Abu Bakar: Apabila Didatangi Oknum LSM Rekam Menggunakan Kamera Ponsel

oleh -1,596 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus, mengadakan pembinaan sosial politik kepada kepala sekolah SMP dan SMA, serta kepala desa seluruh Kudus, Senin (30/5). Dengan tujuan memberikan pemahaman dalam menyikapi fungsi dan peran organisasi kemasyarakatan/LSM dalam pembangunan di daerah.

image

Acara yang diadakan di Balai Desa Mlati Kidul tersebut menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya dari pihak Kesbangpol, Kepolisian, Pengadilan Negeri, Kejati, dan Komisi A DPR Kudus. Salah seorang narasumber dari Kesbangpol Kudus Abu Bakar menjelaskan, tidak perlu takut apabila ada anggota LSM yang datang untuk meminta penjelasan tentang kegiatan yang sedang dilakukan, baik fisik maupun nonfisik.

“Biasanya yang sering terjadi di lapangan, banyak pihak yang takut apabila didatangi anggota LSM. Yang penting kita sudah bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku, jadi tidak perlu takut kedatangan anggota LSM,” katanya.

Abu Bakar menambahkan, yang pertama dilakukan ketika didatangi anggota LSM, terlebih dahulu ditanyakan identitas LSM dan surat keterangan terdaftar (SKT) di Kesbangpol. SKT berfungsi sebagai bukti bahwa LSM sudah terdaftar dalam register Kesbangpol. Baru setelah dijawab bisa dilayani dengan baik. “Kalau ada yang bertindak diluar kewajaran, bisa dilaporkan ke Kesbangpol selaku instansi regulator yang membidangi LSM,” tuturnya.

Tidak dibenarkan, lanjutnya, apabila ada anggota LSM yang mengintimidasi, mengancam, dan berbuat anarkis. Itu menyalahi aturan yang berlaku. LSM diperbolehkan meminta data, tapi tidak serta merta harus saat itu juga data yang diinginkan harus terpenuhi.

“Ada prosedur saat meminta data, tidak boleh ada pemaksaan apalagi sampai mengancam. Pihak yang dimintai data mempunyai hak untuk memberikan data dalam bentuk tertulis, dalam waktu maksimal 10 hari setelah berkoordinasi pada pihak terkait,” imbuhnya.

Pihaknya mengimbau agar berkoordinasi dengan Kesbangpol sebelum memberikan data, untuk menekan keberadaan oknum yang mengaku LSM, padahal sebenarnya tidak. Selain itu juga sebagai cara mendeteksi oknum LSM yang berbuat nakal, sehingga bisa diberikan sangsi tegas.

Ada yang menarik ketika sesi tanya jawab dibuka, salah seorang perwakilan dari sekolah memberikan pertanyaan bagaimana cara menyikapi anggota LSM yang memaksa minta data dan ujung-ujungnya minta uang. Menjawab pertanyaan itu, Abu dengan tegas mengatakan LSM dilarang keras memaksa minta uang. Karena itu sudah masuk ranah pemerasan, bisa ditindaklanjuti ke pihak kepolisian.

Dirinya menyarankan kepada pihak yang didatangi LSM untuk mengantisipasi adanya oknum nakal, dengan cara merekam menggunakan kamera ponsel aktifitas yang dilakukan selama berkunjung. Supaya dapat terkontrol sekaligus menjadi bukti apabila ada tindakan diluar batas kewajaran.

“Apabila mengandung unsur premanisme dalam melakukan kegiatan LSM itu masuk ranah pidana. Kami mempersilakan pihak terkait untuk melaporkan hal itu kepada pihak berwajib. Semua ada aturannya, bukan asal memaksa meminta uang,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :