Ada Orasi Transendental Dalam “Ramadhan Dalam Sastra” Prodi PBSI UMK

oleh -964 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Transendental adalah sebuah aktifitas yang lebih menonjolkan pada hal-hal yang bersifat kerohanian, sukar dipahami, gaib, dan abstrak. Sehingga dapat dipahami bahwa sastra transendental lebih mementingkan makna, bukan bentuk, bukan konkret, spiritual, bukan empiris; dan yang di dalam, yang bukan permukaan. Itu merupakan bentuk kesadaran balik yang melawan arus dehumanisasi atau subhumanisasi.

Orasi sastra transendental tersebut disampaikan oleh Drs. Mohammad Kanzunnudin, M.Pd., dalam acara bertajuk “Ramadhan dalam Sastra” yang diadakan oleh Kelompok Kajian Sastra (Kasa) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di apangan Basket Universitas Muria Kudus, Sabtu, (10/6/17)..

Kanzunnudin menambahkan, “Pada mulanya, sastra adalah religius, yakni religiositas, melihat aspek yang di dalam hati riak getaran hati nurani pribadi: sikap personal yang sedikit banyak mesteri bagi orang lain karena menapaskan intimitas jiwa, yakni cita rasa yang mencakup totalitas termasuk rasio dan rasa manusiawi, kedalaman pribadi manusia. Sastra transcendental sebagai pengalaman religius yang oleh para filsuf disebut sebagai experience of god.” ujarnya dihadapan sekitar 180 peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru, pelajar, dan juga dihadiri oleh beberapa sastrawan Kudus.

Acara yang dipandu oleh Muza, Mahasiswi PBSI ini dimulai sekitar pukul 4 sore sampai menjelang berbuka puasa. Selain acara Orasi Sastra Transendental, kegiatan tersebut juga menampillkan acara baca puisi dari berbagai kalangan. Diantaranya musikalisasi puisi dari perwakilan SMK Nusantara, MAN 1 Kudus, MAN 2 Kudus, dan Grup seni dan sastrawan dari Swatantu Kudus.

Sementara itu Widya Ningrum dan Yeni membacakan puisi dengan sangat bagus. Kemudian  Farid membacakan puisi Kala Ramadhan Tiba Karya Mochtar Lubis dengan sangat menyentuh hati. Di akhir acara ditutup dengan Musikalisasi Puisi dari Swatantu dengan membacakan puisi berjudul “Linglung” karya Sri Kanti Kupu Hitam yang juga guru SMA 1 Kudus.

Puisi ini dibacakan bergantian oleh Warih Bayu Wewe, Mas Tomi, Nung Bonham, Sri Kanti Kupu dan diiringi petikan gitar oleh Mas Adi. Setelah adzan Magrib, kemudian dilanjutkan dengan acara buka bersama. Walaupun Nampak sederhana, tapi acara berjalan lancar, sangat meriah, dengan peserta yang cukup banyak.

“Acara seperti ini sangat bagus. Dengan adanya kegiatan sastra oleh Prodi PBSI UMK, menunjukkan eksistensi dan lebih menyemarakkan acara sastra di kota Kudus. Saya Sangat sangat senang bisa diundang dalam acara ini.“ Kata Ibu Widya, guru MAN 2 Kudus saat ditemui usai membacakan puisi.

“Alhamdulillah acara sudah terlaksana dengan lancar dan sukses. Peserta yang datang sangat banyak. Terima kasih kepada segenap pihak yang telah berkenan hadir dalam acara kami. Semoga acara semacam ini bisa berlangsung di Ramadhan-Ramadhan berikutnya.” tutur Ahmad Khoirun Niam, selaku ketua HIMA PBSI UMK. (YM/PBSI)

KOMENTAR SEDULUR ISK :