Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Pemkab Jepara berjanji akan membantu perajin tahu tempe di Desa Pecangaan Wetan dalam pengelolaan limbah. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menegaskan bahwa sekitar 41 perajin tahu tempe yang ada di wilayah itu akan dibuatkan IPAL Komunal. Hal ini disampaikan oleh Marzuqi, saat menerima rombongan Komisi IIV DPR RI di Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan, Jumat (15/9/2017).
Pembuatan Ipal Komunal ini diharapkan agar perajin tahu tempe tidak membuang lagi sisa limbahnya ke sungai. Sebab, berdasarkan penelusuran yang dilakukannya beberapa waktu lalu, Marzuqi mendapati jika air sungai yang berada di bawah sentra perajin tahu tempe itu warnanya berubah hitam pekat. “Pembuatan Ipal Komunal ini harapannya bisa membantu mereka dalam mengelola limbah yang dihasilkan,” imbuhnya.

Terkait dengan pencemaran yang terjadi di sungai Gede Desa Karangrandu, Marzuqi meminta kepada semua pihak untuk tidak menyalahkan salah satu pihak. Marzuqi justru meminta kepada semuanya untuk instrospeksi diri. “Kita beberapa waktu lalu sudah memintai keterangan kepada PT. Jiale perihal pengelolaan limbah yang mereka lakukan. Dari interogasi itu mereka menyatakan jika pengelolaan limbah sudah dilakukan sesuai mestinya,” jelasnya.
Marzuqi menambahkan, jika pihaknya sudah melakukan upaya untuk menelusuri penyebab menghitamnya sungai Gede Desa Karangrandu ini. Uji laboratorium juga sudah dilakukan dan hasilnya masih kategori ringan. “Kita hingga kini tidak boleh menyalahkan salah satu pihak. Semua pihak harus instrospeksi baik masyarakat maupun perusahaan untuk sama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.
Kini, dugaan pencemaran yang ada di sungai Gede Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan akan ditangani oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK akan segera membentuk untuk memetakan berbagai masalah limbah di Jepara. Mulai Senin (18/9/2017) depan tim dari KLHK akan terjun untuk menangani masalah ini. (ZA)









