AH Bos Koperasi GMG Kudus, Divonis Hakim 13 Tahun Penjara dan Denda Rp. 10 Miliar

oleh -1,260 kali dibaca
Suasana sidang vonis Pengadilan Negeri Kudus terhadap terdakwa Alfi Hidayat Bos KSP GMG dalam kasus perbankan dan TPPU (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Setelah melalui beberapa kali proses persidangan, akhirnya Mejelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kudus, Jawa Tengah menjatuhkan vonis 13 tahun penjara serta denda puluhan miliar rupiah kepada Bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group (GMG) Alfi Hidayat (AH) atas kasus perbankan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) milik nasabah, Kamis (06/07/2023).

Seperti diketahui pada hari sebelumnya, jaksa penuntut umum Bagus Ahmad Faroby sempat menuntut kepada terdakwa AH dengan 15 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar. Namun dalam putusannya sore ini, hakim menjatuhkan vonis lebih ringan yakni 13 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider 6 bulan penjara.

Sidang putusan tersebut di gelar di Ruang Cakra yang dipimpin oleh Hakim Ketua Wiyanto, serta dua Hakim Anggota yakni Dewantoro dan Sumarna. Dia terbukti bersalah telah merugikan ratusan nasabah KSP GMG dengan nilai puluhan miliar rupiah.

Putusan yang dibacakan oleh Hakim Ketua Wiyanto, menyatakan bahwa terdakwa Alfi Hidayat terbukti secara sah bersalah melanggar pasal 46 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 7 1992 tentang perbankan.

Tidak hanya itu, AH juga dinyatakan terbukti melanggar pasal 3 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Menjatuhkan pidana Alfi Hidayat pidana penjara 13 tahun, denda Rp 10 miliar. Apabila terdakwa tidak membayar denda akan diganti dengan kurungan penjara enam bulan,” ucap Hakim Ketua saat membacakan putusan.

Selanjutnya, majelis hakim hakim juga memberikan waktu selama tujuh hari untuk terdakwa mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Terdakwa Alfi Hidayat masih boleh mengajukan banding jika keberatan. Ada waktu tujuh hari yang bisa dipergunakan terdakwa untuk pikir-pikir terkait putusan ini. Jika tidak maka akan berkekuatan hukum tetap. Apabila terdakwa tidak puas maka keputusan ini belum berkekuatan hukum tetap,” katanya.

Terdakwa AH yang hadir secara daring di Rumah Tahanan Kelas IIB Kudus saat ditanya oleh majelis hakim soal putusan tersebut mengaku akan mempertimbangkannya terlebih dahulu.

“Akan saya pikir-pikir dulu yang mulia,” katanya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Bagus Ahmad Faroby mengaku akan mempertimbangkannya dan mempelajari atas keputusan majelis hakim.

“Saya akan mempelajari pertimbangan dari putusan majelis hakim dan akan saya laporkan dulu ke pimpinan,” ujarnya.

Salah satu nasabah KSP GMG Fajar asal Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus mengaku tidak puas atas putusan yang dari majelis hakim.

“Tidak puas, saya inginnya ya dikembalikan uang saya,” kata Fajar usai sidang. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.