Aisyiyah Kudus Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Membangun Peradaban

oleh -639 Dilihat
Pengajian Akbar Milad ke-109 Aisyiyah yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (31/5/2026). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Aisyiyah se-Eks Karesidenan Pati menegaskan peran strategis perempuan dalam membangun peradaban melalui penguatan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan sosial.

Komitmen tersebut diteguhkan dalam puncak peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang dipusatkan di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (31/5/2026).

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kudus, Eny Alifah Kurnia, menyampaikan bahwa Aisyiyah terus memperkuat kiprahnya melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, selama lebih dari satu abad perjalanan organisasi, Aisyiyah tidak hanya fokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui amal usaha dan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Saat ini Aisyiyah Kudus mengelola 20 TK Aisyiyah Bustanul Athfal, 17 Kelompok Bermain, 11 Tempat Penitipan Anak, satu sekolah dasar, panti asuhan, panti lansia, serta dua rumah sakit yang melayani masyarakat.

“Program-program Aisyiyah terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini menjadi bentuk nyata dakwah kemanusiaan yang selama ini kami lakukan,” ujarnya.

Dalam rangka memperingati Milad ke-109, PDA Kudus menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh unsur organisasi hingga tingkat cabang dan ranting. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pemulasaran jenazah, lomba pidato, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Senam Aisyiyah Bahagia bagi guru TK Aisyiyah, hingga Senam Hizbul Wathan untuk peserta didik TK Aisyiyah.

Selain itu, digelar pula lomba kreasi makanan pendamping ASI (MPASI) dan plating kreatif tingkat cabang serta lomba video ucapan Milad yang diikuti pimpinan ranting dan amal usaha Aisyiyah.

Di bidang kesehatan, Aisyiyah Kudus menyelenggarakan Safari Pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) berupa pemasangan implan dan IUD gratis. Program tersebut berhasil menjaring 70 akseptor yang terdiri atas 41 peserta pemasangan implan dan 29 peserta pemasangan IUD.

Majelis Kesehatan PDA Kudus juga menggelar seminar kesehatan bekerja sama dengan RS Aisyiyah Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat.

Eny menjelaskan, seluruh program tersebut merupakan implementasi dakwah yang tidak berhenti pada tataran ceramah dan pengajian, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ajaran Islam tidak hanya dipahami sebagai teks yang dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pelayanan sosial,” katanya.

Ke depan, Aisyiyah Kudus juga akan menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPKPG Aisyiyah Kudus. Tahun ini organisasi tersebut memperoleh satu titik lokasi pelaksanaan di Desa Loram Kulon yang akan melayani anak sekolah, balita, peserta posyandu, serta lansia.

Selain itu, santunan bagi 448 lansia akan disalurkan melalui 12 cabang dan 72 ranting Aisyiyah di Kabupaten Kudus sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat kepedulian sosial.

Puncak peringatan Milad ke-109 ditandai dengan Pengajian Akbar Aisyiyah se-Eks Karesidenan Pati, pembagian hadiah perlombaan, serta bazar UMKM yang melibatkan cabang-cabang Aisyiyah dan pelaku usaha binaan ISWARA.

Melalui tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan dalam membangun peradaban yang maju, damai, dan bermartabat. (YM/YM)