Akhirnya, 35,95 Hektare Lahan Sawah Terdampak Banjir di Kudus Peroleh Klaim Asuransi

oleh -443 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sejumlah area sawah terdampak banjir di Kudus akhirnya peroleh klaim asuransi. Lahan sawah seluas 35,95 hektare tanaman padi di Kudus akhirnya mendapat klaim asuransi, akibat tergenang benjir pada musim penghujan kemarin. Dari jumlah itu, 11,45 hektare diantaranya klaim asuransinya ditanggung oleh APBD Provinsi Jateng dan selebihnya ditanggung oleh APBN.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Dewi Masitoh mengatakan, Kabupaten Kudus mengajukan klaim asuransi atas lahan pertanian padi yang terdampak banjir seluas 293,265 hektare. Namun yang sudah mendapat klaim asuransi baru 35,95 hektare.

“Klaim asuransinya, seluas 11,45 hektare ditanggung APBD Provinsi Jateng, selebihnya ditanggung APBN,” jelas Dewi, baru-baru ini.

Adapun nilai klaim asuransi, sambung Dia, masing-masing lahan tidak sama nilainya, karena disesuaikan dengan tingkat kerusakan lahannya. Misalnya, lahan pertanian padi milik kelompok tani Umbul Jaya Mejobo yang rusak seluas 7 hektare mendapat klaim sebesar Rp 42 juta.

“Petani yang mendapat ganti untung ini, yang sudah terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pemberi jaminan atas lahan grapan petani yang terdampak banjir atau serangan hama,” tuturnya.

Sementara lahan tanaman padi lain yang terdampak banjir, hingga kini masih menunggu pembayaran klaim asuransinya dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai operator program AUTP tersebut.
Padahal lahan tanaman padi petani yang terdampak banjir, kata Dewi, sudah diajukan secara bertahap dan terakhir bulan Februari 2021. Semua lahan juga sudah dilakukan verifikasi terkait tingkat kerusakannya.

“Jika klaim asuransinya bisa cair saat ini, tentunya bisa dijadikan modal petani untuk menanam kembali di musim tanam (MT) II,’” ujarnya.

Diketahui, tanaman padi petani yang terdampak banjir sejak akhir 2020 hingga awal 2021 tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya karena tanggul jebol di Sungai Gelis, yang berdampak pada lahan pertanian di wilayah Kecamatan Kaliwungu dan Jati.

Kemudian disusul banjir di wilayah Kecamatan Mejobo dan Undaan, akibat curah hujan tinggi dan limpasan air sungai setempat.(yy/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :