Akibat Pegunungan Kendeng “Gundul”, Wonosoco Kembali Diterjang Banjir Bandang Yang Lebih Besar

oleh -969 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Lumpahan air yang begitu dahsyat berasal dari pegunungan kendeng akibat kurangnya penghijauan disana mengakibatkan Banjir Bandang yang begitu besar terjadi di Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Senin, (14/12).

Dari kejadian tersebut air yang datang begitu besar dari pada banjir bandang yang pertama kalinya pada Rabu 09 Desember 2015 lalu, banjir bandang yang menimpa di Desa Wonosoco ini merupakan yang ke 4 kalinya sejak rabu kemarin.

Dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, banjir bandang juga menerjang satu rumah roboh, dan dua rumah mengalami rusak parah. Rumah warga yang roboh bermana Wartini rt.03 rw 01 yang paling parah akibat terjangan banjir bandang tersebut.

Menurut Kades Wonosoco Setia Budi saat ditemui oleh isknews.com mengatakan ” Banjir bandang yang datang begitu cepat serta lebih besar dari sebelumnya, sangking cepatnya kejadian kurang lebih 4 menit itu berhasil merubuhkan satu rumah, dua rumah rusak, serta hanyutnya beberapa kendaraan membuktikan ini yang paling besar sejak banjir pertama kalinya” ungkapnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian akibat banjir bandang di Desa Wonosoco mencapai ratusan juta lebih.

Dengan penyataan yang sama ditambahkan juga oleh Camat Undaan Catur Widiyatno saat ini bersama Muspika, BPBD, Masyarakat, Linmas, dll. Melakukan upaya pembersihan lumpur serta perbaikan rumah yang diterjang banjir bandang.

“Banjir bandang yang terjadi di wonosoco saat ini merupakan yang ke 4 kalinya semenjak saya menjabat camat dan ini yang paling besar, sehingga kami bersama muspika, BPBD, Masyarakat, Linmas, dll. Sedang melakukan upaya pembersihan lumpur dan rumah yang akibat diterjang banjir bandang” imbuhnya.

Sementara itu, warga berharap dengan terjadinya banjir bandang di pegunungan kendeng kepada pemerintah agar mengupayakan tindakan konservasi lingkungan di kawasan pegunungan kendeng terlebih Desa Wonosoco agar banjir bandang tidak terulang kembali.(SU/A6)

KOMENTAR SEDULUR ISK :