Aksi Paskah, YBPM Kudus Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Ratusan Paket Sembako

oleh -115 Dilihat
Pelayanan kesehatan gratis tampak ramai dipadati warga di SD Masehi Kudus, Selasa (7/4/2026). Kegiatan yang digelar Yayasan Bina Pelayanan Masehi (YBPM) Kudus ini menjadi bagian dari aksi sosial memperingati Hari Paskah, dengan menghadirkan layanan cek kesehatan dan pengobatan gratis bagi ratusan warga. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Dalam rangka memperingati Hari Paskah, Yayasan Bina Pelayanan Masehi (YBPM) Kudus menggelar aksi sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako pada Selasa (7/4/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di dua lokasi, yakni SD Masehi Kudus untuk layanan kesehatan dan SMA Masehi Kudus untuk pembagian sembako.

Direktur Pelaksana YBPM, Drs Prawito, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata berbagi sukacita Paskah kepada masyarakat, khususnya warga sekitar yang membutuhkan serta orang tua peserta didik yang kurang mampu.

“Melalui aksi Paskah ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menumbuhkan empati siswa agar lebih peduli terhadap sesama, terutama di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, YBPM menyiapkan sebanyak 350 paket sembako yang berisi beras, minyak, gula, dan mie instan. Paket tersebut dibagikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Selain itu, bantuan juga disalurkan ke pondok lansia dalam bentuk kebutuhan pangan maupun non-pangan untuk menunjang aktivitas sehari-hari para penghuni.

Tak hanya berbagi sembako, YBPM juga bekerja sama dengan pihak kesehatan dari Mardi Rahayu untuk memberikan layanan cek kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat umum. Layanan ini dibuka sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 11.00–12.00 WIB, dengan kuota sekitar 250 pasien.

Dr. dr. Ridha Wahyutono, Spesialis Mikrobiologi Klinik, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini turut hadir sejumlah dokter spesialis, di antaranya spesialis bedah, paru, radiologi, serta tenaga laboratorium.

“Pelayanan yang kami berikan mencakup berbagai aspek kesehatan, meskipun untuk pengobatan massal ini difokuskan pada penyakit ringan yang dapat ditangani secara rawat jalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, keluhan yang paling banyak ditemui antara lain pusing, nyeri, serta penyakit yang berkaitan dengan tekanan darah dan kadar gula. Sebagian besar pasien juga sudah menjalani pengobatan sebelumnya di fasilitas kesehatan lain.

Sementara itu, salah satu warga Panjunan Kulon, Lisa Umihani, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan pengobatan gratis tersebut.

“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi bagi ibu rumah tangga yang kadang kesulitan meluangkan waktu untuk berobat karena kesibukan di rumah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, YBPM berharap dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat serta mempererat hubungan antara lembaga pendidikan Masehi dengan lingkungan sekitar. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :