Aksi Sejumlah Anak SD Hadang Mobil Dijalan, Disdikpora dan Polantas Kudus Turun Tangan

oleh -2,408 kali dibaca
Gambar tangkapan layar dari video amatir anak-anak SD yang sedang bermain dengan cara mengehentikan mobil-mobil pick up yang sedang melintas di depan sekolah mereka (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Pasca viralnya video amatir sejumlah siswa SD yang bermain-main secara ekstrem dijalan, yakni di jalan dengan lalu lintas tinggi Jalan Raya Kudus-Jepara, dimana segerombolan bocah – bocah berseragam sekolah tersebut berupaya menghadang mobil-mobil pick-up yang melintas di depan sekolah mereka.

Aksi berbahaya yang dilakukan anak-anak ini seperti di tayangan video berdurasi 21 detik ini tersebar di grup-grup whatapps pada Selasa, 2 Januari 2023 kemarin, kontan menimbulkan rasa was-was warga dan menyayangkan tak terpantaunya aksi anak-anak berseragam atasan putih dan bawahan merah oleh guru di sekolah mereka. Sedangkan aksi yang mereka lakukan masih pada jam istirahat sekolah.

Seperti diketahui, lokasi dalam video amatir tersebut ada di Jalan Raya Kudus-Jepara, tepatnya di depan Kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus sekaligus depan gapura SD 1 dan 2 Garung Lor.

Berdasarkan pantauan di lokasi, area SD 1 dan 2 Garung Lor berada dalam satu komplek dengan Kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Kaliwungu. Gapura sekolah yang berada dalam video, berada di sisi belakang gedung sekolah.

Kepala SD 1 Garung Lor, Kusrini saat dikonfirmasi membenarkan bahwa segerombolan siswa SD yang berada dalam video viral itu adalah para siswanya. Siswa tersebut melakukan aksinya di jam istirahat pada Selasa, 2 Januari 2023.

“Saat itu pas waktu istirahat, sedangkan guru baru saja masuk kantor, ruang sini (kelas) sama kantor memang rada jauh jadi kami tidak bisa memantau. Para siswa yang berada di video tersebut merupakan siswa kelas 5 dan 6. Sedangkan yang melakukan aksi amatir menghadang kendaraan yang melintas merupakan siswa kelas 5.,” terangnya, Rabu (03/01/2024).

Pihaknya membeberkan, pihak sekolah telah mengetahui kejadian tersebut serta video yang viral sejak kemarin, Selasa, 2 Januari 2023 dan kemudian memberikan edukasi kepada para siswanya agar tidak mengulangi aksi serupa.

Terpisah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengimbau kepada sekolah-sekolah, khususnya yang belokasi di tepi jalan raya, agar memperketat pengawasan terhadap siswa.

Hal ini sebagai respon dari adanya video amatir yang beredar luas, dimana memperlihatkan segerombolan siswa salah satu SD di Kecamatan Kaliwungu, Kudus, tengah bermain cegat mobil di Jalan Raya Kudus-Jepara.

Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus, Harjuna Widada menegaskan, atas kejadian yang telah viral oleh para siswa SD di Kecamatan Kaliwungu, hal ini juga menjadi evaluasi bagi pihaknya dan korwil masing-masing kecamatan.

“Banyak sekolah yang ada di tepi jalan raya itu di wilayah Kaliwungu. Kita juga sudah antisipasi, kita koordinasikan dengan korwil dan kepolisian,” kata Harjuna, Rabu, 3 Januari 2023.

Pihaknya pun menegaskan kembali kepada seluruh sekolah, terlebih sekolah yang berlokasi di tepi jalan, untuk menutup gerbang sekolah di saat jam istirahat. Kemudian, anak juga terus diawasi dan jangan dibiarkan begitu saja.

“Salah satu bapak ibu guru harus mengawasi karena anak-anak SD kan masih kecil, perlu pengawasan dari guru maupun korwil,” ucapnya.

Imbauan ini juga akan diteruskan melalui kegiatan rapat, sosialisasi maupun semacamnya, guna mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Kemudian, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan polsek setempat agar lebih optimal.

“Nanti kita minta bantuan ke polsek-polsek juga, untuk edukasi hal itu,” tuturnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Tim dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kudus, langsung mendatangi lokasi kejadian yang ada di video viral tersebut, tepatnya di SD 1 Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para polisi tersebut langsung bertemu dengan para siswa yang berada di kelas 5 SD 1 Garung Lor. Dikomandoi oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Kudus, Ipda Turmudi memberikan edukasi dan pembinaan.

Belasan siswa yang diketahui terlibat dalam aksi amatir itu pun nampak mendengarkan dengan seksama setiap tutur kata dari Ipda Turmudi. Mereka pun kompak berjanji tidak akan mengulang kembali aksi di jalan raya tersebut.

“Setelah laporan dari medsos terkait dengan kegiatan anak sd 1 dan 2 Garung Lor; kami dengan cepat datang ke lokasi,” ujar Ipda Turmudi saat ditemui usai pembinaan di SD 1 Garung Lor, Rabu, 3 Januari 2023.

Selain melakukan pembinaan, pihaknya juga melakukan pengecekan kondisi sekolah dan menemukan sudah adanya pintu gerbang. Tapi berkesinambungan dengan Kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Kaliwungu.

Polisi saat dengan pendekatan persuasif memberikan pembinaan kepada anak-anak atas bahayanya bermain di jalan raya, Rabu 03/01/2024 (Foto: YM)

Sehingga, hal itu kemungkinan yang menjadikan pengawasan para guru menjadi berkurang. ipda Turmudi pun mengingatkan kembali agar pintu gerbang ditutup rapat saat jam istirahat. Serta melarang siswa bermain di tepi jalan.

“Karena sekolahnya berada di tepi jalan dan jalan besar sangat bahaya apabila adik adik bermain di jalan. Dari kami menyarankan, pintu gerbang ditutup, kalau bisa ada pembatas antara gedung sekolah dan instansi lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SD 1 Garung Lor, Kusrini mengatakan bahwa setelah kejadian, pihaknya memastikan akan menutup rapat gerbang sekolah, baik saat jam istirahat maupun jam pelajaran. Supaya kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Wajib dan harus nutup gerbang waktu anak sudah mulai masuk sampai pulang,” tandasnya.

Saat ini, untuk menutup sementara area SD 1 Garung Lor dan kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Kota, pihaknya memasang pagar bambu di ujung gedung sekolah bagian selatan. Serta melarang siswa melintasi pagar tersebut. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.