Aktifis Kudus Berharap Pihak Berwajib Usut Tuntas Aktor Intelektual Dibelakang Penganiayaan Aktifis

oleh -1,017 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Supriyadi (40), Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komjen (Komunitas Masyarakat Mijen Berani) Kudus, dibacok oleh dua orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi di  rumahnya,  Desa Mijen, RT 1/RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Selain Supriyadi para penyerang tersebut juga melukai ayahnya bernama Kasim, (70), saat Kasim keluar demi mendengar suara gaduh di ruang tamu mereka.

Supriyadi yang ketika di konfirmasi media ini masih dirawat di Ruang Ali bin Abi Tholib RSI Sunan Kudus (20/4) mengatakan bahwa malam itu dirinya sedang berada di rumah, sambil bermain telepon genggam. ”Saya kemudian masuk ke dalam rumah sekitar pukul 21.15 WIB. Niatnya mau ngecharge handphone saya, tiba tiba kedatangan tamu berempat dengan berboncengan dua sepeda motor kerumahnya, empat orang tidak dikenal yang mengatakan hendak bertamu ke rumahnya. Lalu saya mempersilakan dua orang di antaranya untuk masuk ke dalam rumahnya. Sementara dua orang lainnya, menunggu di atas motor di luar rumah. Dua orang tamu tersebut kemudian menanyakan apakah ada warga Mijen yang bernama Bambang? Dan saya jawab bahwa saya tidak tahu warga Mijen yang bernama Bambang. Tidak lama kemuduian, dua orang itu mengeluarkan golok dan celurit dan langsung membacok saya,” terangnya.

Usai membacok, kedua orang itu lantas keluar dari rumah dan kabur menggunakan motor, yang sudah menunggu di luar sebelumnya. Saat itulah Kasim. ayah korban yang mengetahui kejadian itu, kemudian lari keluar rumah dengan maksud untuk menangkap pelaku. Namun, yang terjadi malah ayah korban turut dibacok pelaku hingga bagian kepala Kasim pun terluka terkena sabetan Clurit.

Sementara Supriyadi mengatakan saat kejadian, dia masih berusaha melawan. Dengan cara mencoba merebut senjata tajam (sajam) yang dibawa pelaku. Akibatnya, tangan kanan dan pinggangnya juga terkena sabetan sajam tersebut. “Saya sama sekali tidak mengenal orang yang membacok saya dan ayah saya,” tutur Supriyadi.

Masih belum diketahui apa motif penyerangan tersebut. Namun pada Selasa (19/4) siang, Supriyadi sempat memantau proyek pembangunan talud di sebuah saluran di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Usai kejadian, petugas polisi dari Polsek Kaliwungu telah meminta keterangan kepada Supriyadi dan Kapolsek Kaliwungu Kudus, AKP Sardi menyatakan telah menerima laporan adanya kasus pembacokan tersebut namun untuk motif masih belum diketahui. Sebagai barang bukti pihaknya mengamankan topi dan sandal jepit milik pelaku yang tertinggal di rumah korban.

Beberapa pekerja proyek, kata dia, memang ada yang merasa tidak senang dengan kehadiran dirinya yang mencoba memastikan pekerjaan tersebut sesuai perencanaan atau tidak.  “Saya memang sempat mengukur lebar talud apakah sesuai perencanaan atau tidak. Setelah itu, sempat pamitan dengan para pekerja proyek,” ujarnya. Hanya saja, dia mengaku, tidak mengetahui secara persis peristiwa pengeroyokan terhadap dirinya karena aktivitasnya itu atau karena faktor lain.

Ditempat terpisah, Achmad Fikri, Suharno dan Rizal serta para aktifis LSM di Kudus, menyesalkan kejadian tersebut, bila dugaan ini penganiayaan adalah akibat dari kekritisan Supriyadi dalam menyuarakan ketimpangan di masyarakat, saya sangat menyesalkan, Kami bersama seluruh LSM dan pegiat demokrasi di Kudus, berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas, siapa aktor intelektual yang berada dibelakang peristiwa kekerasan ini, apalagi para penyerang juga ikut melukai ayah korban yang tidak tahu menahu soal aktifitas putranya, karena ini merupakan preseden buruk bagi para pegiat dan aktifis LSM dalam menyuarakan ketimpangan-ketimpangan dan korupsi yang terkait dengan proyek-proyek yang ada di Kudus, “besok pagi kita akan bersama-sama aktifis LSM se Kudus untuk menuju ke instansi kepolisian, meminta dan mendesak  agar Laporan Pengaduan atas teror yang dilakukan terhadap rekan kami di usut tuntas dan menemukan siapa dalang dibalik kekerasan ini, kalau mereka tidak ingin kejadian ini menjadi isue nasional”, Jelas Fikri, juru bicara para aktifis yang sore tadi bersama rekan-rekan pegiat LSM berduyun-duyun membesuk kolega mereka di RSI Sunan Kudus.(YM/ES/SF)

KOMENTAR SEDULUR ISK :