Alquran Sebagai Pedoman Kehidupan

oleh -1,104 kali dibaca

Kudus,isknews.com – Nuzulul Quran Merupakan malam turunnya Alquran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Malam itulah nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya. Yaitu Iqra, yang artinya membaca. Maksud dari ayat pertama ini tentu Umat Islam diharapkan bisa membaca dan peka terhadap keadaan.

image

Peringatan nuzulul quran juga digelar di halaman pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (23/6) malam. Ribuan jamaah dengan tertib mengikuti acara hingga usai meski diguyur hujan yang cukup lebat malam itu dan pengajian dilanjutkan di dalam pendopo.

image

Acara ini bertujuan untuk menggairahkan semangat membaca Alquran sebagai bagian dari syiar Islam. Terlebih apabila bisa memahami makna yang terkandung di dalamnya. Dan tujuan lain tentu menggali isi kandungan Alquran untuk dipedomani dalam kehidupan sehari-hari.

image

Yang pasti, dengan pengajian umum ini, ukhuwah dan persaudaraan sesama warga Kudus terjalin lebih erat dan kuat. Yang tentunya ini sebagai modal utama dalam membangun Kudus. Karena setiap elemen masyarakat memiliki peran tersendiri dalam memajukan Kudus.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kehadiran ribuan warga Kudus malam itu. Menurutnya, acara yang digelar di pendopo ini sangat pas. Karena pendopo bukanlah rumah bupati, melainkan rumah rakyat.
Mari kita ikuti peringatan nuzulul quran ini dengan baik di rumah rakyat ini, kata Bupati dalam sambutannya.

Bupati yang menjadi inspirator untuk mengadakan tadarusan bagi para pegawainya setiap hari di pendopo ingin jajarannya bisa membaca dan memahami kandungan Alquran secara baik. Karena ini merupakan modal dalam mengabdikan diri kepada Allah SWT, termasuk bekerja untuk melayani seluruh masyarakat.

Malam itu, bupati berharap agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan keberkahan dengan mengikuti kegiatan ini. Karena nuzulul quran merupakan momen spesial turunnya tuntunan hidup dari Allah SWT melalui Rasulullah SAW.

Acara diakhiri dengan pengajian yang disampaikan KH Abdul Qodir dari Semarang. Disampaikannya bahwa manusia harus bisa memahami dengan baik hakikat kehadirannya di muka bumi. Untuk itu, secara vertikal harus mau untuk tunduk patuh pada aturan Allah SWT dengan beribadah dengan baik.

Sedangkan dengan sesama manusia, kiai yang berasal dari Ngaliyan ini menyampaikan pentingnya hubungan dengan sesama. Terutama berbakti kepada kedua orang tua. Persaudaraan yang terjalin baik menjadi modal untuk kemajuan bersama.(Mr)
Sumber : Humas

KOMENTAR SEDULUR ISK :