Anak Muda Diajak Gunakan Medsos untuk Peduli Mangrove

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Penggunaan media sosial (medsos) sebagai bentuk komunikasi, dinilai sebagai metode yang luar biasa untuk sebuah ajakan positif. Salah satunya mengajak anak-anak muda untuk peduli mangrove.

Ajakan itu disampaikan Presiden Direktur (Presdir) PT Nojorono Stefanus JJ Batihalim, saat acara penanaman bibit mangrove di Desa Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Sabtu (20/7/2019).

“Kalian anak-anak muda yang ikut acara ini, bisa menjadi agen untuk bisa mengampanyekan peduli mangrove. Cukup dengan memposting kegiatan ini di media sosial kalian, maka sudah berarti ajakan kepada yang lain untuk ikut serta peduli mangrove,” jelasnya.

Dengan kampanye sederhana itu, menurut Stefanus, mahasiswa akan bisa mengajak rekan-rekannya, untuk semakin penasaran akan mangrove. Dengan begitu, mereka akan tertarik untuk ikut serta melakukan kegiatan serupa. “Makanya saya berterima kasih kepada mahasiswa, anak-anak muda yang ikut acara ini. Betapa kepedulian kalian, akan berdampak besar bagi pengembangan lingkungan yang baik,”paparnya.

TRENDING :  Melalui Musrenbang, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Mengrove, menurut Stefanus, adalah tempat bagi berkembangbiaknya berbagai biota laut. Termasuk juga mengatasi abrasi yang sering terjadi di kawasan pantai. “Ada banyak manfaat dari keberadaan mangrove ini. Kalau pantai bisa diselimuti mangrove, maka hasilnya akan sangat luar biasa. Bukan saja untuk perekonomian, karena berbagai macam biota laut bisa diambil, tapi menyelamatkan kawasan pemukiman yang ada di sekitarnya,” tuturnya.

Ada kurang lebih 15.000 bibit mangrove yang ditanam pada kegiatan tersebut. Acara itu juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, jajaran direksi dan manajer seperti Arifin Pamuji, Wibisono Juhadi, John D Kusuma, Henry Salassa Go, Deddy Arianto Wibowo, Johannes Andrian, dan perwakilan dari komunitas penggiat peduli mangrove serta mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Semarang.

TRENDING :  Simak Hasil Jepretan Sedulur ISK "Kirab Khitan" di Desa Ploso

Gubernur Ganjar mengatakan jika kegiatan yang digelar ini, adalah sebagai upaya menyelamatkan pesisir pantai dari kerusakan. “Abrasi dan terkikisnya pesisir pantai, menjadi alasan kenapa keberadaan mangrove menjadi sangat penting. Kawasan mangrove juga menjadi kawasan tumbuhkembangnya biota laut. Seperti kepiting bakau, yang sangat lezat itu,” jelasnya.

Apalagi, menurut Ganjar, buah mangrove juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih banyak lagi. Seperti dibuat menjadi sirup, yang tentunya akan menambah nilai ekonomis dari tanaman itu sendiri. “Tapi juga mengangkat nilai perekonomian warga yang memanfaatkannya. Ini satu kesatuan yang sangat menguntungkan, kalau kita bisa bersama-sama untuk peduli mangrove,” katanya.

TRENDING :  Kota Kretek Inflasi 1,00 Persen

Head of Corporate Brand and Marketing Communication PT NojoronoAmelia Santoso didampingi CSR Manager T Sugiyanto mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian perusahaan, terhadap lingkungan. “Karena fungsi mangrove yang luar biasa itu tadi. Bahkan, karena dia bisa menghambat erosi, di sisi lain dia juga bisa menahan kalau ada gelombang laut yang besar,” ujarnya.

Ke depannya, menurut Amelia, diharapkan akan semakin banyak pihak-pihak lain yang tertarik untuk ikut peduli lingkungan. Bukan hanya soal kawasan pantai, namun mengampanyekan pengurangan sampah, agar lingkungan tetap terjaga. “Supaya bumi kita ini, semakin baik. Supaya anak cucu kita bisa terjamin kehidupannya dengan lingkungan yang baik juga,” imbuhnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :