Anak Usia 8 Tahun di Kudus ini Punya Karya Buku ‘Fabel Si Io’

oleh -956 kali dibaca
Mohammad Afham Satriyosa,didampingi Ibundanya Viena Widayani.

Kudus, isknews.com – Mohammad Afham Satriyosa, di usianya yang masih belia (8 tahun) telah menerbitkan buku dongeng karyanya sendiri yakni ‘Fabel Si Io’. Buku edisi pertama itu berisi tentang kumpulan dongeng tentang hewan-hewan.

Kak Io (Sapaan akrabnya) saat ini tengah duduk dibangku kelas dua SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus.

Kak Io senang bisa menerbitkan buku hasil karyanya sendiri. Ia menyampaikan, dengan diterbitkannya buku tersebut, ia semakin percaya diri untuk menciptakan karya berikutnya.

“Saya senang karena bisa menerbitkan buku karya sendiri,” ungkapnya didampingi Ibundanya Viena Widayani saat ditemui isknews.com di rumahnya, Jl. Hos Cokroaminoto Mlati Lor, Gang Kauman, Kudus.

Sementara Viena menceritakan, anaknya memang sedari dulu sering mendapatkan cerita dongeng hewan, ditambah seringnya membaca buku-buku dongeng,

“Sejak dalam kandungan hingga sekarang, Saya sering mendongengkan sesuatu sebelum tidur. Kak Io juga sering sekali membaca buku dongeng,” ujar Viena.

Kak Io dengan mudahnya bercerita ataupun mendongeng dengan ide-idenya sendiri karena kegiatan mendongeng sudah biasa dia dengarkan sejak kecil dari ibunya.

“Buku fabel yang dituliskan ini adalah cerita hewan yang berasal dari ide anak saya sendiri dan spontan diceritakan oleh Kak Io tanpa ada teks ataupun latihan terlebih dahulu. Semua tema cerita ataupun alur dan akhir cerita benar- benar disampaikan secara spontan dari imajinasnya.

Menurutnya, Mendongeng ini juga menjadi alternatif bagi Viena, sebagai salah satu cara untuk menasihati Kak Io secara tidak langsung.

“Mendongeng bagiku sekaligus menasehatinya, pelan tetapi pasti, cara ini lebih ampuh. semoga mampu mengubah sikap Io menjadi lebih baik dengan mencontohkan sikap yang baik dari tokoh dongeng,” harapnya.

Kemudian, mulai dari kelas satu SD, ibundanya membiasakan Kak Io mengunjungi toko buku dan juga Perpustakaan Daerah (Perpusda). “Setiap ke toko buku, Kak Io tidak pernah melewatkan untuk beli buku dongeng. Dan Kak Io juga memiliki kartu anggota Perpusda. Baru kemarin kami juga menyerahkan buku ‘Fabel Si Io’ untuk koleksi Perpusda,” ungkapnya.

Dalam buku dongeng ‘Fabel Si Io’ terdapat tujuh dongeng yang murni dari karya Kak Io sendiri. Dongeng-dongeng tersebut menceritakan kisah persahabatan antar hewan. Buku tersebut telah memiliki ISBN (Internasional Standar Book Number), dan dijual melalui e-book juga pre order.

“Awalnya hanya niatan untuk bikin kenangan masa kecilnya Kak Io, dari yang hanya rekaman suara atau video kita bukukan. Tapi ternyata banyak yang minat, penjualan melalui e-book dan juga pre order,” ujarnya.

Viena menyebut, Dongeng bisa dilakukan dengan alat peraga ataupun tidak, yang terpenting adalah interaksi antara pendongeng dan yang didongengi, keduanya saling memberi perhatian dan respons positif.

“Harapan kami juga buku kumpulan dongeng tentang hewan atau fabel ini bermanfaat bagi semua teman Kak Io yang membacanya, terutama di masa keemasan anak,” ujarnya.

Dari sini, lanjut Viena, semoga dapat menambah semangat anak-anak untuk mampu mengekspresikan isi hati dan segala imajinasinya melalui mendongeng.

Mendongeng, selain bisa meningkatkan dan menstimulus kemampuan bahasa, juga bisa sebagai media bonding antara orang tua dan anak.

“Doa kami sebagai orang tua adalah agar Kak Io seiring bertambah usianya menjadi anak yang tambah rajin, soleh, sehat, tercapai cita-citanya serta menjadi anak yang birrul walidain. Aamiin,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :