‘Andhum Tresno’ SEMAK Taddaburan Majlis Masyarakat Maiyah Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Andhum Tresno menjadi tema yang diangkat dalam kegiatan SEMAK Tadabburan Majlis Masyarakat Maiyah Kudus di halaman Museum Kretek Kudus, Sabtu (14-09-2019).

Ratusan jamaah dari berbagai kalangan dan beragam usia hadir dalam kegiatan SEMAK Tadabburan tersebut. Beberapa pemantik yang hadir antara lain Muh. Ali (Koordinator Maiyah Kudus), Nurhadi (President Tronjal Tronjol), Gus Syafiq (Mubaligh Maiyah Kudus) dan Ipda Subkhan, S.H., M.H (Kanit Kamsus Satintelkam Polres Kudus) berhasil membawa suasana berlangsung hidup dan interaktif penuh jual beli pertanyaan.


Kegiatan SEMAK Tadabburan Majlis Masyarakat Maiyah Kudus di halaman Museum Kretek Kudus (foto: istimewa)

“Andhum Tresno adalah kalimat yang singkat namun penuh dengan makna, dan bila dikaji maka kita semua akan mendapatkan pemahaman yang bervariasi sesuai keilmuan dan profesi yang mengkajinya” demikian pernyataan Ipda Subkhan mengawali materinya.

TRENDING :  Pengantin Adat Kudus Kini Marak Kembali Dengan Sentuhan Kekinian

Ditambahkannya,”Andhum berarti berbagi, dan tresno berarti cinta. Berbagi dalam kontek ini tidak akan mengurangi sesuatu yang dibaginya, karena cinta itu adalah emosi dari kasih sayang yang kuat dalam bentuk aksi yang dilakukan manusia terhadap objek atau sesuatu berupa pengorbanan diri, empaty, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti, mengikuti, patuh dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.”

Dirinya menyebut,Kita bisa melihat bagaimana penerapan cinta yang salah dari perilaku generasi millenial kita yang jumlahnya 34% dari penduduk Indonesia. Bagaimana cinta terhadap handphone atau internet mengalahkan segalanya. Hasil IDN Research menemukan 94,4 % generasi millenial kita terkoneksi internet, 98,2 % menggunakan smartphone dan 70,4 % diantaranya mengakses media digital serta 79 % membuka smartphone 1 menit setelah bangun tidur.

TRENDING :  Alami Kecelakaan Kerja Saat Pemilu 2019, Pengawas TPS Peroleh Santunan Bawaslu Jateng

Masih olehnya ,Penerapan cinta yang salah tersebut telah membawa kita menemukan informasi tentang adanya kecanduan game online telah menjadikan seorang remaja di Malang mencuri di rumah tetangga, seorang ibu di Kediri harus membayar tagihan 12 juta untuk game online anaknya dan adanya seorang anak di Thailand yang berencana meracuni orang tuanya karena wifi rumahnya dimatikan. Itu semua tidak akan terjadi kalau kita bisa Andhum Tresna dengan baik.

“Cinta kepada Allah, cinta kepada Nabiyullah, cinta kepada anak dan istri, cinta kepada sesama dan bahkan cinta kepada diri sendiripun seyogyanya tidak akan mengurangi nilai cinta kepada yang lainnya, karena cinta tidak akan habis dibagi berapapun.” Imbuhnya.

Agama Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, secara substansi setiap muslim seharusnya akan selalu berusaha mewujudkan rahmat tersebut dalam wujud kedamaian, dan kedamaian itu akan tercipta bila ada rasa saling cinta dan bukan saling membenci.

TRENDING :  3 Bocah Warga Desa Panjang Meninggal Tenggelam Di Sungai Gelis

Sebelum membaca Kalam Ilahi kita dianjurkan membaca nama Allah yang maha pengasih dan penyanyang, dalam menyebut nama-nama Allahpun (Asmaul Husna) kita awali dengan Allah yang maha pengasih dan penyanyang. Cinta adalah kata kunci dari keindahan dan kedamaian. Negarapun hadir untuk mewujudkan kedamaian dengan menjadikan ujaran kebencian sebagai bentuk tindak pidana.

Dengan cinta, kerusuhan di Papua tidak akan terjadi, dengan cinta akan terwujud kedamaian di negeri ini.

” Bagilah Cintamu Demi Kedamaian dan Jangan Bagi Cintamu Bila Itu Menimbulkan Kerusuhan.” Pungkasnya.( YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :