Anggota DPR Musthofa: “Jika Sesuai SOP Tapi Masih Sulit Pinjam KUR, Datang Ke Rumah Aspirasi”

oleh

Kudus, isknews.com – Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa yang hadir sebagai pembicara pada acara sosialisasi kebijakan Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) 2020 dari Kementrian koorsinasi perekonomian, Deputi Bidang ekonomi makro Asdep pasar modal dan lembaga keuangan, berharap masyarakat semakin paham tentang cara mendapatkan KUR.

“Sepanjang sudah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), ternyata masih kesulitan mendapatkan pinjaman KUR, bisa berkonsultasi ke rumah aspirasi yang saya sediakan di Kudus,” ujarnya, Jumat (13/03/2020).

Anggota Komisi XI DPR H Musthofa, saat memberikan arahannya kepada para pegiat UMKM di kota kretek tentang KUR, Jumat (13/03/2020). (Foto: YM)

Usaha rakyat memang sudah seharusnya didukung dan dibantu serta diberikan ruang seluas-luasnya oleh pemerintah. Sebab keberadaan usaha rakyat ini sangatlah krusial karena bisa menopang ekonomi nasional dan juga mampu membuka lapangan kerja.

TRENDING :  Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara Luncurkan Program KSWP

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Gede Edy Prasetya, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, perwakilan Kantor Bank Indonesia Jateng, perwakilan Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional III dan Direktur Bisnis Penjaminan, PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) serta sejumlah petinggi perbankan nasional.

“Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk mendukung dan meningkatkan akses pada usaha rakyat adalah dengan menyediakan sumber pembiayaan yang antara lain berupa pemberian penjaminan kredit bagi Usaha Mikro Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR),” jelas Musthofa.

TRENDING :  Perbandingan Inflasi Tahunan Di Kudus
Sejumlah pengusaha UMKM yang secara simbolis menerima KUR berpose bersama sejumlah nara sumber Sosialisasi KUR di Hotel Gryptha, Jumat (13/03/2020). (foto: YM)

Menurut dia masyarakat harus memanfaatkan kesempatan meminjam permodalan lewat KUR karena selain bunganya diturunkan menjadi 6 persen, plafon KUR mikro juga dinaikkan dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta.

“Mumpung saat ini, pemerintah telah menurunkan suku bunga KUR serta menaikan plafon KUR,” terangnya.

Tingkat suku bunga KUR saat ini, lanjut dia, turun menjadi 6 persen per tahun, dari sebelumnya sebesar 7 persen, sehingga menjadi berita baik yang harus disosialisasikan kepada para pelaku UMKM.

Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2018 mencatat kontribusi UMKM Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen dari total 64,18 juta UMKM sehingga menyumbang 14,3 persen ekspor Indonesia ke berbagai negara.

Strategisnya peranan UMKM dalam perekonomian nasional, mendorong pemerintah untuk terus menerus mengembangkan UMKM.

Salah satunya dengan meningkatkan akses pembiayaan UMKM kepada layanan keuangan formal berupa KUR. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :