Antisipasi Kluster Baru, Puskesmas Jati Gelar Tracking dan Treatment Bagi Pemudik

oleh -632 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Guna mengantisipasi munculnya kasus kluster baru covid-19, UPT Puskesmas Jati, Kudus menggelar kegiatan tracking, testing, dan treatment di Desa Pasuruhan Lor, Jumat (30/04).

Kepala Puskesmas Jati, Amad Mochamad, mengatakan, kegiatan tracking dan treatment pemberian obat serta vitamin tersebut menyasar warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Bersama satgas covid desa, banbinsa, babinkamtibmas, bidan desa hari ini kita laksanakan kegiatan tracking dan treatment pemberian obat, vitamin pada warga yang menjalani isolasi mandiri dirumah,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Jati Amad Mochamad memberikan obat bagi warga yang melaluka isolasi mandiri (foto:My)

Selain di Desa Pasuruhan Lor, pihaknya juga menyasar tujuh desa lainnya di wilayah kerja UPT Puskesmas Jati. Antara lain, di Desa Jati Kulon, Loram Kulon, Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan dan Ploso.

Pada kegiatan itu, lanjut Amad, juga dilaksanakan sosialisasi antisipasi pemudik menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1442. Berkoordinasi dengan Pemdes, babinsa, babinkamtibmas, dan bidan desa kemudian dilakukan tracking dan pemeriksaan antigen.

“Sesuai dengan arahan Bapak Bupati, tingkatkan sinergitas bersama dalam menangani pemudik untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kluster baru,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Jati Amad Mochamad memberikan sosialisasi kepada pemudik terkait antisipasi penyebaran kluster baru covid 19 (foto:My)

Disamping itu, berdama Satgas Jogo Tonggo di wilayah desa masing-masing akan diimbau untuk melakukan pendataan warganya yang mudik. Setelah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigen dan hasilnya positif, maka akan diarahkan untuk langsung menemlati tempat karantina. Baik yang yang telah disediakan oleh masing-masing desa maupun oleh pemkab.

Pada prinsipnya, kata Amad, semua pendatang atau pemudik setelah sampai dirumah wajib karantina mandiri membatasi berinteraksi dengan anggota keluarga lain maupun orang lain.

“Istirahat dulu dirumah selama 5 hari. Jika hasil rapid antigen positif maka lanjut isolasi mandiri 10-14 hari hingga sudah tidak bergejala,” pungkasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :