Antisipasi Pasien “Overload”, Pemkab Kudus Wacanakan RS Khusus Covid-19

oleh

Kudus, isknews.com – Bila penambahan kasus positif Covid-19 di Kudus terus bertambah tinggi serta untuk mengantisipasi overload kapasitas jumlah pasien di ruang isolasi khusus sejumlah Rumah Sakit rujukan Corona. Pemkab Kudus berencana menyiapkan Rumah Sakit Khusus untuk merawat pasien Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo dihadapan sejumlah awak media usai melantik 123 pejabat fungsional secara virtual di Command Center Diskominfo Kudus. Menurutnya, skenario terburuk itu untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang grafiknya terus meningkat pasca lebaran tahun ini.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan, bila memang nanti ternyata terdapat lonjakan pasien covid-19, dirinya sudah memiliki skenario yang terukur.

“Bisa jadi nanti kami akan menunjuk satu Rumah Sakit yang ada di sini, untuk ditugaskan khusus menangani Covid-19, misalnya kita tunjuk RSUD Loekmono Hadi,” katanya, Selasa (23/06/2020).

TRENDING :  Amida Jateng Gelar Rakor Musda II LPPKBB, Apa Saja yang Dibahas?

Tapi dirinya berharap semoga ini tidak terjadi dan berharap kasus covid-19 di Kudus ini segera tuntas dan berakhir.

“Ini karena Tim Gugus Tugas gencar melaksanakan tracking terhadap klaster-klaster yang ada secara massif, sehingga menemukan penambahan kasus baru,” tandas Hartopo,

Menurut Hartopo, dengan tes secara massif tersebut, pelacakan terhadap penyebaran Covid-19 juga semakin baik. Semua orang baik yang OTG hingga yang kontak dengan pasien positif, bisa terlacak dan diketahui kondisinya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan Plt Kepala Dinas BKPP Kudus, Catur Widyatno usai pelantikan pejabat fungsional di Command Center (Foto” YM)

Selain itu, kata Hartopo, dengan dioperasikannya laboratorium RT PCR, hasil uji swab juga semakin cepat diketahui. Dan ini yang membuat angka peningkatan kasus terlihat cukup tinggi.

TRENDING :  Hadapi Musim Hujan Warga Ngembal Kulon Melakukan Aksi Gertak PSN

“Di satu sisi, ini hal yang baik karena pelacakan penularan bisa lebih cepat dideteksi,”tukasnya.

Namun demikian, tingginya kasus positif baru juga membuat ketersediaan ruang isolasi di RS rujukan yang ada di Kudus, semakin menipis. Oleh karena itu, kata Hartopo, pihaknya sudah mengistruksikan RSUD membuka ruang isolasi baru.

“Sudah saya instruksikan untuk memanfaatkan ruang yang ada menjadi ruang isolasi jika memang ruang isolasi sebelumnya sudah penuh. Bahkan, jika terpaksa ada RS yang kita khususkan untuk merawat pasien Covid-19,”tandasnya.

Oleh karena itu, Hartopo juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman Covid-19. Meski sudah menuju new normal, namun protokol kesehatan harus tetap dilakukan guna mencegah penularan.

TRENDING :  74 Peserta Siap Bersaing, Rebutkan Gelar Duta Wisata Kudus 2018

Sementara, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, dalam dua hari Senin (22/06/2020) hingga Selasa (23/06/2020), ini terdapat tambahan 22  kasus positif baru yang terkonfirmasi. Jumlah tersebut 8 orang diantaranya merupakan pasien asal Kudus.

Dengan tambahan kasus positif baru tersebut, total kumulatif kasus Covid-19 baik yang berasal dari Kudus maupun luar Kudus mencapai 177 kasus. Dari jumlah tersebut 12 orang meninggal dunia dan 53 diantaranya sudah sembuh.

”Untuk pasien yang masih dirawat, sebanyak 70 diantaranya harus menjalani isolasi di RS dan 32 orang menjalani isolasi mandiri,”kata juru bicara Tim GTPP Covid-19 Kudus, dr Andini Aridewi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :