Pati, ISKNEWS.COM – Maraknya peristiwa pengeboman yang dilakukan oleh kelompok terorisme, Kepolisian Resort (Polres) Pati menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di Masjid Al Ikhlas Polres Pati yang dihadiri oleh sekitar 300-an orang terdiri atas kepala desa dan takmir masjid se Eks Kawedanan Pati Kota, Tayu dan Juwana. Pada Jum’at (25-05-2018) lalu.
Kegiatan yang menghadirkan mantan narapidana teroris Abu Tholut itu dimaksudkan dalam rangka membentengi masyarakat dari pengaruh faham radikalisme yang di sampaikan oleh kelompok orang yang tidak setuju dengan dasar negara Pancasila.
Ustadz Abu Tholut, Mantan Napi Teroris asal Kabupaten Kudus menjelaskan konsep dan pemikiran yang melatarbelakangi lahirnya faham radikal, bagaimana proses perekrutan dan doktrin serta amaliyah yang harus dilakukan serta bagaimana menangkalnya.

Sementara ditempat yang sama, Ipda Subkhan, S.H selaku Kanit Keamanan Negara Satuan Intelkam Polres Kudus yang mendampingi Ustadz Abu Tholut menambahkan ciri-ciri khusus yang ada bagi seseorang, kelompok atau jamaah serta organisasi yang terindikasi berfaham radikal, dengan mengetahui ciri-cirinya diharapkan kita semua akan dapat mendeteksi secara dini penyebarannya dan melakukan cegah tangkal secara cepat dan tepat.
“Kita sebagai garda terdepan dalam menangkal gerakan paham radikalisme, harum mengetahui bagaimana cara pergerakan mereka, terutama ciri-cri khusus bagi seseorang kelompok, jamaah atau pribadi pelaku teror,”ungkapnya.
Alasanya, dengan mengetahui cici-cirinya diharapkan kita semua akan dapat mendeteksi secara dini penyebarannya dan melakukan cegah tangkal secara cepat dan tepat. (WR/WH)







