Antisipasi Serangan Burung, Petani di Desa Karangampel Lakukan Ide Kreatif ini

oleh -498 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Bulan Ramadan ini membuat para petani makin kreatif dalam usaha tani. Misalnya, pengendalian OPT dengan tenaga minimal namun hasilnya maksimal. Seperti dilaksanakan para petani di wilayah kecamatan kaliwungu yang didampingi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus.

Melalui penyuluh pertanian BPP Kecamatan Kaliwungu, hadir di hamparan tanaman padi poktan Harapan Desa Karangampel. Tanaman yang sudah mulai berbulir itu mendapat serangan datangnya burung liar. Akibatnya, biji jadi hampa, bulir menguning serta banyak biji hilang karena rontok. Guna mengendalikan serangan tersebut, petani menjaga sawah pada jam 06.00 wib – 10.00 wib dan sorenya pukul 14.00 – 16.00 wib. Karena waktu tersebut merupakan saat kritis datangnya burung menyerang pertanaman padi.

Mengingat saat ini sedang menjalani ibadah puasa, maka secara kreatif petani memasang alat-alat peraga sebaga pengusir . Sebab alat-alat tersebut membuat burung tidak nyaman serta menakuti dengan suara berisik. Selain itu juga dipasang plastik berukuran panjang di hamparan agar terkesan cuaca panas dan silau. Selain itu juga meggunakan jaring khusus perangkap burung.

Caranya dengan menancapkan beberapa bambu sebagai tiang di pematang sawah. Kemudian mengikat jaring di bambu tersebut dan dibentangkan di atas pertanaman padi yang mulai masak atau mulai diserang hama burung. Sehingga petani tidak perlu lagi berteriak-teriak guna mengusir kedatangan burung.Ditempat lain, tepatnya pada hamparan poktan Ngudi Lestari Desa Prambatan Lor.

Petani bernama Sutiyati menggunakan alat osrok untuk mengendalikan gulma. Penggunaan alat ini lebih hemat tenaga karena tidak perlu menggunakan tangan langsung untuk mencabuti gulma. Sedangkan penyuluh pertanian lainnya di hamparan Poktan Sumber Makmur Desa Kedungdowo, melakukan pemeriksaan tanaman padi yang menjelang panen. Disini ditemukan bahwa pertanaman tersebut masih diserang jamur oncom. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :