Anyaman Eceng Gondok, Kerajinan Estetik yang Bernilai Jual Tinggi

oleh -3,302 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Ide kreatif di bidang kerajinan ditunjukkan oleh sepasang suami, warga Dusun Kayuapu Kulon, RT 03 RW 09 Gang 19, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. Mereka mengubah tanaman eceng gondok menjadi berbagai bentuk anyaman yang estetik dan bernilai jual tinggi.

Tidak sulit bagi merekan membuat kerajinan anyaman dari tanaman gulma yang sering dikeluhkan oleh para petani ini. Tanaman yang dianggap menjadi perusak hasil pertanian, justru menjadi ladang penghasilan bagi Erna Susanti (43 tahun) dan suaminya, Ali Wahyudi (43 tahun).

Dengan memanfaatkan satu helai batang eceng gondok kering berukuran 60 hingga 90 sentimeter, ditangan Erna bisa disulap menjadi anyaman karpet, tas, tatakan gelas, topi, tempat tissue, pot, hingga pajangan dinding.

Proses pembuatannya cukup mudah namun memakan waktu yang lama hingga berhari-hari. Karena pada prosesnya, batang eceng gondok yang segar harus melewati proses pengeringan dibawah terik matahari hingga 2 hari lamanya.

“Kalau pas hujan, bisa lebih dari 2 hari,” kata Erna saat ditemui di kediamannya, Jumat (3/12/2021).

Setelah kering, batang eceng gondok harus dicelupkan terlebih dahulu ke dalam air agar tidak terlalu kaku saat dianyam. Proses pengayaman, sebut Erna, tidak terlalu sulit karena hanya butuh modal sabar dan ketekunan.

“Kalau untuk sekarang, sehari bisa mengayam 3 sampai 4 ayaman, tergantung besar- kecilnya yang mau dibuat,” tuturnya.

Kemudian, ayaman yang jadi pun harus diberikan obat anti jamur dan lem perekat agar tidak muncul rongga atau lobang antar batang yang telah dianyam tersebut. Selanjutnya, dia jemur lagi dibawah terik matahari.

“Terakhir kita kasih perwarna khusus untuk menghasilkan kesan yang cantik pada warna anyamannya,” tambahnya.

Meskipun berbahan dasar tanaman, Erna menyebut bahwa ketahanan kerajinan eceng gondok ini bisa awet hingga satu tahun lebih. Untuk harga jualnya sendiri, dipatok mulai dari 5 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

“Kalau akhir- akhir ini yang banyak dipesan ya tas sama tempat tissue,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Proklim Ketua Proklim Muria dan Gondangmanis, Ahmad Munaji, berharap, adanya kerajinan anyaman dari eceng gondok ini bisa meningkatkan ekonomi kreatif bagi masyarakat, khususnya di Desa Gondangmanis.

Pihaknya juga berencana untuk membawa ide kreatif itu ke Kecamatan Mejobo, Kudus. Yang mana, di lokasi tersebut merupakan sentra dari keberadaan tanaman eceng gondok.

“Rencananya akan saya adakan pelatihan di Kecamatan Mejobo per-desa, karena kita tahu di sana banyak sekali tanaman eceng gondok yang kurang dimanfaatkan lebih,” ujarnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :