Apita Kudus Kenalkan Kalkun Lewat Lomba Masak dan Mewarnai

oleh

Kudus, isknews.com – Asosiasi Pelaku Industri Pariwisata (APITA) Kudus melalui Pekan Kalkun menggelar lomba masak berbahan dasar kalkun dan lomba mewarnai bertema kalkun. Kegiatan tersebut berlangsung di RM Kampoeng Sawah Segaran Undaan Lor, Kudus, Selasa (17/3/2020).

“Untuk lomba memasak diikuti 20 tim yang masing-masing tim terdiri dari dua orang. Mereka (peserta) dari berbagai latar belakang yang berbeda, pekerja di warung, restoran, dan siswa SMK Kuliner di Kudus. Kita tantang mereka untuk mengolah daging kalkun dengan sajian selera nusantara,” jelas Ketua APITA Muhammad Kirom disela-sela acara.

Sedangkan untuk lomba mewarnai diikuti 20 peserta yang diikuti oleh anak-anak usia TK, “Hal itu sebagai ajang edukasi tentunya,” ujarnya.

TRENDING :  Menggali Potensi Daerah Lewat Festival Pangan Lokal

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk menyosialisasikan kalkun. “Yang tadinya orang nggak tahu kan menjadi tahu dengan adanya acara seperti ini. Selain itu, daging kalkun memiliki kelebihan rendah kolesterol,” ucapnya.

Pekan Kalkun Kudus terselenggara berkat sinergi bersama dengan Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI), semarak kalkun Kudus (SKK) dan Pemkab Kudus. Dia berharap, Kudus menjadi salah satu sentra kalkun. “Sehingga ketika orang makan di mana?, ingat ke Kudus,” ungkapnya.

Lomba masak kalkun ini juga dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Catur Sulistiyanto. Ia sangat apresiasi dengan event tersebut.

“Saya sangat apresiasi dengan event ini, apalagi akan ada 15 outlet kalkun berdiri, terlebih jika bisa tersebar di 9 kecamatan di Kudus, maka bisa mendekatkan masyarakat jika ingin mencari kuliner rendah kolestrol tersebut,” paparnya.

TRENDING :  Warga Ngembalrejo Kudus Keluhkan Limbah Tahu

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari launchingnya kampong kalkun beberapa waktu lalu di di undaan tengah oleh Plt Bupati Kudus, HM Hartopo. “Ini adalah potensi baru di kabupaten Kudus. Mungkin banyak yang masih skeptis terhadap potensi kalkun, namun jangan salah. Di kampung kalkun, dari hulu hingga hilir telah siap untuk dikembangkan,” ujarnya.

Akademisi dari UNDIP juga terlibat melakukan pendampingan langsung di lokasi. “Potensinya luar biasa. Saat ini bahkan demand lebih tinggi daripada supply-nya. Artinya, masih terbuka luas peluang kalkun untuk terus dikembangkan,” katanya. Oleh karenanya, pihak UNDIP tertarik untuk melakukan pendampingan. Berbagai teknologi pun dikembangkan bersama, mulai dari pengolahan pakan hingga pengolahan limbah. “Sehingga pelaku usaha kalkun ini bisa memperoleh hasil dari produk sampingan yang bisa dihasilkan, seperti misalnya pupuk organik,” imbuhnya.

TRENDING :  Puluhan Pelanggar Lalu Lintas Kena Tilang Polisi

Sementara itu, Mutrikah Tik, Kabid Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus mengatakan bahwa acara tersebut sangat luar biasa, hal ini salah satu inovasi baru membuat satu daya tarik wisata. Multi player effect yang luar biasa, jadi, lanjut Mutrikah, dengan kuliner kalkun, mudah-mudahan bisa mendongkrak wisatawan yang datang ke Kudus.

“Kudus sudah masyhur wisata kuliner-nya, dari soto kerbau, sate kerbau, garang asem dan lainnya. Nah kuliner kalkun ini bisa jadi keunikan tersendiri bagi wistawan yang berkunjung,” jelasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :