Asah Talenta, Pelatih Persiku 2022 M Irfan Berikan Coaching Clinic Siswa ASTI Kudus

oleh -157 kali dibaca
M Irvan Pelatih Persiku 2022, saat berikan coaching clinic bagi siswa-siswa ASTI Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Demi meningkatkan dan mengasah talenta siswa didiknya Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kabupaten Kudus seringkali mengundang sejumlah pelatih, praktisi dan pemain sepak bola dengan strata regional maupun nasional untuk memberika coaching clinic bagi siswa didiknya.

Menurut CEO ASTI, Arif Budiyanto, program pelatihan dengan pemberi materi para tokoh-tokoh sepak bola nasional maupun regional sudah menjadi muatan program di Akademi Sepakbola yang dipimpinnya.

“Akademi secara insidental memang sering kali mengundang sejumlah tokoh tokoh sepak bola nasional baik sengaja mendatangkan dari luar kota saat kebetulan berada di Kudus demi untuk bisa mengasah kemampuan bermain bola dengan baik dan menyempurnakan kemampuan bermain bola pada anak-anak,” kata Arif, Jumat (05/0/2022).

Kali ini ASTI Kudus menghadirkan mantan pemain PSIS Semarang dan Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk memberikan motivasi dalam pertandingan di lapangan.

M. Irfan mengingatkan, kepada pemain untuk menjaga perilakunya selain melatih kemampuannya bermain sepakbola.

“Menjaga attitude itu penting untuk menjadi pemain profesional,” ujar pelatih Persiku Kudus.

Bahkan, M Irfan juga pernah menyampaikan hal itu kepada Pratama Arhan saat masih melatihnya pada usia yang sama. Sehingga dia juga mengingatkan kepada pemain muda untuk bisa ‎menanamkan sikap yang sama.

“Awalnya Pratama Arhan juga pemain yang sama seperti kalian ini, tapi sekarang bisa jadi pemain dengan bayaran sampai Rp 300 juta,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, M Irfan juga sekaligus mengajarkan tentang teknik mengoper bola yang benar. Dia mengajarkan kepada puluhan pemain ASTI Kudus yang berusia antara 15 dan 16 tahun.

‎”Begini passing dan controlling bola yang benar. Tapi kalau sudah mahir bisa langsung oper ke teman tanpa controlling,” ujarnya.

Menurutnya, pemain ASTI Kudus memiliki kemampuan yang cukup baik dan dapat dikembangkan lebih baik. “ASTI Kudus memiliki pemain yang bertalenta,” ujarnya.

Sementara itu, Pemain ASTI Kudus, Ahmad Frederico Assis (16) dari Gresik‎ mengaku senang mendapatkan pelatihan dari M Irfan. Dia juga mendapatkan bekal tentang ‎teknik passing dan controlling dalam permainan sepakbola.

‎”Pesannya tadi untuk jaga sikap dan atitude yang baik.Supaya menjadi pemain profesional seperti Pratama Arhan,” kata dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.