Asap Hitam Dari Cerobong Incinerator RSUD Kudus Dikeluhkan Warga

oleh

Kudus, isknews.com – Warga RT 3 RW 4 Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus, mempermasalahkan asap buangan dari Incinerator RSUD Loekmonohadi Kudus. Pasalnya kawasan yang berada tak jauh dari lokasi insinerator atau tempat pembakaran limbah padat RSUD tersebut seringkali dirasakan mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.

Selain berbau dan berwarna hitam pekat, angin seringkali mengantarkan asap masuk ke pemukiman-pemukiman warga dan meninggalkan partikel debu seperti abu vulkanik yang menempel di dinding dan kaca rumah-rumah penduduk setempat.

Seperti dikeluhkan oleh Legimah (54) warga yang tinggal di RT 3 RW 4, mengeluhkan asap cerobong yang meninggalkan abu, sehingga seringkali warga harus ekstra membersihkan partikel debu tersebut.

“Cerobong itu memang tidak tiap hari mengeluarkan asap, tapi boleh dibilang akhir-akhir ini sering membuang asapnya, dengan bau plastik terbakar yang sangat menyengat. Biasanya sekitar jam 09.00 hingga jam 10.00 pagi,” katanya.

TRENDING :  Lama Tak Terlihat, Budiman Ditemukan Sudah Meninggal Di Rumahnya Yang Terkunci
Asap hitam pekat muncul dari cerobong insinerator milik RSUD Loekmomono Hadi Kudus yang sempat diabadikan oleh warga setempat (Foto: istimewa)

“Memang kejadian tersebut tidak setiap hari, namun cukup mengganggu, kadang asapnya berbau,” imbuhnya.

Senada dengan Legimah, Firman Habibi (35) yang juga tinggal dikawasan tersebut menceritakan bahwa asap cerobong kadang terlihat hitam pekat, namun di lain kesempatan asap cerobong berwarna putih.

“Sebetulnya warga sini sudah terbiasa dengan asap tersebut, mungkin sudah 5 tahun lebih kami mengeluh soal itu. Tapi tak pernah digubris pihak RSUD,” kata Firman.

Menurut Firman, beberapa waktu yang lalu, kondisi tersebut sudah pernah disampaikan kepada manajemen rumah sakit. Saat itu dijanjikan akan dilakukan pembenahan. Pihaknya berharap dilakukan pembenahan pada cerobong asapnya.

” Pada saat asap berwarna putih seperti ini justru ada bau menyengat. Kejadian ini sudah beberapa kali kami alami. Beberapa hari terakhir terjadi hal serupa lagi,” jelas dia.

TRENDING :  Runtuhnya Dominasi Kolak Sebagai Kudapan Favorit Berbuka Puasa

Ketua RT 3, Sugiyanto, berharap manajemen rumah sakit segera melakukan perbaikan. Menurutnya, asap berbau menyengat cukup mengganggu warga.

”Ditempat ini ada sekitar 70 KK (Kepala Keluarga) dari 135 KK yang terdampak, belum yang di RT lainnya,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Instalasi Penyehatan Lingkungan RSUD dr Loekmono Hadi, Sri Hadi Wahyuningsih, ketika dikonfirmasi awak media menegaskan pembenahan sudah dilakukan oleh institusinya.

Salah satu menurutnya, dengan menaikkan tinggi cerobong dari aturan standar Permen LH No. 56 tahun 2015 ketinggian minimal adalah 14 meter, lalu pipa buangan ditinggikan menjadi 26,5 meter.

Evaluasi penanganan limbah sudah dikoordinasikan dengan Dinas PKPLH. Salah satunya, memisahkan sampah basah yang akan dibakar serta mengurangi volumenya.

Segala sesuatunya dilakukan sesuai parameter dan standar serta ketentuan pengelolaan sampah medis. Bila ternyata masih ada persoalan, pihaknya akan melakukan perbaikan.

TRENDING :  Gelar Doa Lintas Agama, Ratusan Masa Hanyut dalam Suasana Khidmat

Diakuinya dimasa pandemi covid ini, memang volume pembakaran limbah padat di RSUD agak tinggi, terutama sisa-sisa Alat Pelindung Diri (APD).

“Ini karena kami harus secepatnya memusnahkan APD berupa hazmat yang materialnya sebagian dari plastik, sehingga akhir-akhir ini memang incinerator kami bekerja lebih sering,” ujarnya.

”Kita akan carikan solusi terbaik yang dapat diterima semua pihak, terutama mengurangi kuantitas yang kapasitas awalnya 25 kg per 15 menit akan kami jadikan separuhnya,” kata dia.

Wakil Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, Sugiyarto, ditempat yang sama memastikan pihaknya akan menyelesaikan keluhan warga tersebut.

Sebelumnya, koordinasi dengan pihak desa berlangsung dengan baik. Bila terdapat persoalan, selalu dikomunikasikan dan dicarikan solusinya.

”Itu bagian dari program bina lingkungan yang kami jalankan,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :