Asep ‘Kawan Baik’, Penjual Durian Varian Nusantara dan Mancanegara Terlengkap di Kudus

oleh -4,134 kali dibaca
Asep Sugiharto, penjual durian dengan berbagai varian jenis asal Nusantara maupun macaegara di gerainya "Kawan Baik" kompleks foodcourt selatan Museum Kretek, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Tak banyak disangka oleh para penggemar durian di kota Kretek, ternyata disudut kota ini terdapat gerai yang menjajakan beraneka macam durian dengan berbagai varian nusantara bahkan mancanegara.

Gerai atau kios yang khusus menjual buah durian dengan berbagai varian jenis dan olahannya ini bernama ‘Kawan Baik’ , berlokasi di salah satu kios kompleks Foodcourt Center selatan Museum Kretek, Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Gerai durian ini dikelola oleh Asep Sugiharto (37), pria kelahiran Tegal yang kini bermukim di Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, ini merupakan satu-satunya penjual beragam varian jenis durian baik lokal maupun manca negara.

“Istilahnya di sini segala varian jenis duren ada. Selain duren lokal nusantara, kita juga menjual duren paling terkenal di dunia yakni durian Musang King dan durian ochee asal Negeri Jiran Malaysia,” terangnya, beberapa waktu lalu.

Selain bisa dinikmati ditempat bersama olahan durian yang lain, di gerai ini berbagai jenis varian durian dipajang berjajar di rak-rak display dengan harum tajamnya aroma khas buah durian yang dijamin memanjakan lidah da siap menggoda para pembeli untuk segera melahapnya.

Es Teler salah satu miuman olahan durian di gerai Kawan Baik (Foto: YM)

Ada durian jenis mahkota dari Jepara, petruk dari Sulawesi, montong dari Sulawesi, bawor dan sinumang dari Banjarnegara, ripto dari Trenggalek, kembang dari Lumajang dan duria sibolga.

“Harga yang paling mahal disini memang varian ochee itu kisaran Rp 600 ribu sampai Rp 1 Juta harganya. Kalau yang lokal seperti mahkota karena ini belum musimnya dikisaran Rp 100 ribuan,” kata Asep Sugiharto.

Harga ini pun bisa berubah tergantung dari musim, yang mana bila musim durian sudah tiba maka harganya akan jauh lebih murah.

“Kalau sudah musim barangnya kan banyak jadi mempengaruhi jadi lebih murah, tapi karena sekarang belum musim jadi harganya masih cukup tinggi,” terangnya.

Asep mengaku sudah menjual buah durian sejak 2018 silam. Awalnya dulu suplaiyer, terus lama-lama jualan ecer. Mulanya dia hanya menjajakan buah durian di rumahnya yang berada di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus. Kemudian, sejak Agustus 2022 kemarin dia mencoba peruntungan di Foodcourt Museum Kretek.

“Gerai ini kami namakan Kawan baik, karena kami menganggap semua pelanggan saya adalah kawan yang baik. Kami siap bertukar ceritera, mendengar dan belajar bersama tetang durian dengan berbagai varian dan rasanya. Karena durian sudah menjadi bagian dari kehidupan saya,” kata Asep yang terlihat sangat menguasai soal dunia perdurianan.

“Memang rata-rata pembeli durian disini adalah kalangan menengah keatas, mereka memesan durian dengan varian tertentu sesuai seleranya dengan varian yang berlabel harga lumayan mahal. Tapi janngan khawatir kami juga menyediakan varian dan menu olahan degan harga pelajar dan anak kos. Bahkan boleh juga membeli durian yang sudah belahan atau tidak segelondong,” kata dia.

Di Kawan Baik sendiri, Asep tidak hanya menjajakan buah durian dalam bentuk utuh saja. Dia mengkreasikan pula ke dalam beberapa kerasi makanan dan minuman. Seperti, es teler durian, es dawet ayu durian, milkshake durian, dan pancake durian serta es krim gelato durian.

“Kita juga ada durian kupas, jadi kalau ga bisa beli satu buah utuh bisa ada opsi yang lain untuk mencicipi rasa durian di sini,” jelasnya.

Asep membeberkan alasannya tertarik menjual durian karena kesukaannya dengan buah dengan aroma khas yang satu ini. Dirinya juga mengaku bisa mengetahui mana buah durian yang diinginkan para pelanggan dengan mencium aromanya.

“Selama ini yang jual durian kan ada beberapa mungkin tidak memahami buahnya dan asal menjual, tapi kalau saya sebelum kasih jual akan saya rekomendasikan mau durian yang seperti gimana,” terangnya.

Oleh sebab itu, dirinya berani menjamin pelanggan akan merasa puas membeli durian di tempatnya. Selain itu, dia juga akan diberi pengetahuan tentang ragam buah durian, ragam rasanya, ragam teksturnya, hingga ragam harganya.

“Ini kita yang ready ada montong sulawesi dan lokal jepara itu mahkota. Harganya berkisar Rp 125 ribu hinngga Rp 900 ribu kalau sudah ready semua,” tandasnya.

Agus mengungkapkan, dalam sehari dirinya bisa menjual buah durian hingga 10 kilogram dengan nilai jual Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Adapun jenis durian yang paling banyak diminati oleh pelanggan adalah jenis montong.

“Insha Allah mulai bulan Januari tahun 2023 depan, gerainya akan dipidahkan ke lokasi kios tak jauh dari halte Pentol Rendeng sebelah barat gedung Ngasirah Kudus,” terangnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :