Askab Tak Cairkan Dana Persiku, Manajer Ancam Kembalikan Tim Ke Publik

oleh

Kota, isknews,com – Komposisi pemain Persiku yang akan dipersiapkan dalam ajang Kompetisi Liga 3 Jateng sudah terbentuk hingga diangka 80 persen setelah proses seleksi pemain berhasil mendulang 23 pemain yang akan memperkuat tim Macan Muria.

Namun kendala muncul ketika justru menjelang kompetisi, Tim Persiku mulai krisis keuangan. Sejumlah upaya dilakukan manajemen untuk mendapatkan pendanaan untuk operasional dan persiapan mengikuti kompetisi belum membuahkan hasil.

Manajer Persiku Sunarto, menyatakan dana kegiatan kami masih berada ditangan Asosiasi Kabupaten (Askab), kami memang sudah dikucuri dana awal untuk pembentukan tim yang sudah cair saat ini tinggal Rp 400 juta.

“Kami sudah menyurati kepada pihak Askab untuk kucuran dana kegiatan selanjutnya sejak 25 Agustus lalu, karena dana yang ada saat ini tinggal Rp 50 juta,” kata Sunarto, Rabu (10/09/2020).

Ilustrasi foto Squad Persiku (jersey biru) pada saat musim kompetisi liga 3 tahun lalu (Foto: YM)

Menurutnya pihaknya akan kesulitan melaksanakan operasional kegiatan bila dan tersebut tidak segera dicairkan ke managemen Persiku.

“Saat ini jelang kompetisi kami sudah harus menyiapkan aspek-aspek latihan yang teratur, jadwalkan uji coba dan asupan-asupan makanan yang baik bagi katering para pemain kami,” kata dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga berencana akan membeli pemain striker dari Makasar serta dua orang diposisi second line. Tentu saja dampak dari sulitnya pencairan dana yang kini sudah ditangan pihak Askab menurutnya sangat mengganggu kinerja manajemen.

Dana yang disiapkan Tim Kota Keretek untuk mengikuti Kompetisi Liga 3 Jateng Rp 1,7 miliar. Laporan penggunaan dana yang sudah kami terimapun sudah disiapkan. Biaya operasional tim setiap bulan Rp 250 juta-Rp 300 juta. Alokasi tersebut termasuk katering untuk pemain dan anggota tim lainnya.

“Sedangkan Kick off direncanakan 1 November. Bila hingga pekan ini tidak ada solusi terkait anggaran kegiatan, kami akan mengembalikan tim ini ke publik,” ucap Manager Sunarto.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Kudus, Syafiq Arrosyid, menegaskan tidak ada upaya mempersulit pencairan dana Persiku.

Dana akan dicairkan setelah ada laporan penggunaan dana sebelumnya dan rencana kebutuhan tim ke depan. Pertemuan Diperlukan pembicaraan antara manajemen Persiku dan KONI.

Rencana sudah disiapkan beberapa kali. Namun, hal tersebut urung dilakukan karena Ketua Askab PSSI Kabupaten Kudus Sutrisno baru sakit.

”Kami meyakini setelah ada pertemuan ada solusinya,” ujarnya.

Pihaknya sudah menemui Tim Asprov PSSI Jateng. Banyak hal perlu ditunggu mulai dari kick off hingga format kompetisi. Segala sesuatunya masih harus menunggu regulasi Asprov. Satu hal yang pasti, kompetisi diperkirakan digelar tanpa penonton.

”Jadi, masih butuh waktu untuk memastikan semua itu,” tandasnya.

Ketua KONI Antoni Alfin, menyebut persoalan diselesaikan Askab dan manajemen Persiku. Pihaknya berharap, melalui pertemuan yang digelar segera dicapai solusi.

”Semua harus diselesaikan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :