ASN Diminta Bekerja Profesional dan Taat Aturan

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat dituntut bekerja profesional. Jangan sampai ASN melakukan penyalahgunaan wewenang, korupsi, maupun hal buruk lainnya. Didasarkan dari hal tersebut, Inspektorat Kudus mengadakan sosialisasi regulasi anti-korupsi yang dibuka oleh Sekda Kudus Sam’ani Intakoris mewakili Plt. Bupati Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (19-09-2019).

Sam’ani memaparkan ASN harus memberikan pelayanan masyarakat secara jujur, adil, dan merata. Dalam menyelenggarakan tugas negara, ASN juga harus bekerja dilandasi kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan Undang-Undang 1945. Kesetian dan profesionalisme ASN penting dalam menyelenggarakan pemerintah dan pembangunan dalam usaha mencapai tujuan nasional. “ASN harus bekerja maksimal dan setia pada Undang-Undang 1945. Sikap tersebut akan membawa Indonesia makmur, adil, dan bermoral,” ucapnya.

TRENDING :  Mobil Layanan Kependudukan Bergerak Dekatkan Warga Urus Dokumen Adminduk

Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat dituntut bekerja profesional. ( Foto : Istimewa )

Pihaknya menginginkan ASN menghindari sikap tak terpuji seperti penyelewengan jabatan maupun korupsi. Oleh karena itu, perlu adanya sistem pengawasan yang baik. Sosialisasi regulasi menjadi salah satu strategi pemerintah mencegah penyelewengan para ASN. Pihaknya berharap adanya regulasi anti-korupsi akan menciptakan aparatur yang lebih efektif, efisien, bersih dan berwibawa. “Regulasi anti-korupsi dapat menjadi langkah solutif dalam mencegah korupsi, penyalahgunaan wewenang, kebocoran dan pemborosan keuangan Negara para ASN,” paparnya.

TRENDING :  390 Juta Untuk Dana Purnabakti Anggota DPRD 2014-2019

Inspektur Kudus Adhy Hardjono mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang kebijakan disiplin ASN yang berlaku dan menindaklanjuti Rencana Aksi Prioritas Korsupgah Korupsi Kabupaten Kudus Tahun 2019. Kegiatan tersebut diikuti oleh 250 orang yang terdiri dari para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Kegiatan ini dimaksudkan meningkatkan profesionalisme para ASN. Kami berharap, sosialisasi regulasi anti korupsi mencegah para ASN korupsi maupun menyelewengkan jabatan,” jelasnya. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :