, ,

Atlet dan Pelatih PB Djarum Panen Bonus Rp 200 Juta Usai Berjaya di World Junior Championships 2026

oleh -2 Dilihat

KUDUS, ISKNEWS.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet muda PB Djarum di panggung bulutangkis dunia. Tiga atletnya, yakni Radithya Bayu Wardhana, Muhammad Luthfi Habibi, dan Dian Ramadhani Mukti, sukses mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada ajang World Junior Championships (WJC) 2026.

Atas pencapaian tersebut, Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan apresiasi dengan total nilai Rp 200 juta kepada para atlet dan tim kepelatihan yang berperan dalam keberhasilan mereka. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan atlet sekaligus kerja keras tim pendukung selama menjalani kejuaraan tingkat dunia tersebut.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan prestasi yang diraih para atlet diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih ketat di level senior.

“Selamat kepada para atlet PB Djarum yang telah membuktikan diri di panggung dunia. Saya berharap, gelar juara ini dapat menjadi pelecut motivasi para atlet junior untuk dapat mencetak prestasi lebih tinggi lagi dan juga menjadi modal penting terutama ketika nanti melangkah ke jenjang senior, karena di level senior persaingan menjadi yang terbaik di dunia akan semakin ketat,” tutur Yoppy.

Di nomor tunggal putra, Radithya Bayu Wardhana berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Fardhan Rainanda Joe dalam laga final sesama wakil Indonesia atau All Indonesian Final. Radithya menang melalui pertandingan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, 15-8.

Gelar tersebut terasa istimewa bagi Radithya karena World Junior Championships 2026 merupakan kejuaraan dunia junior pertamanya. Pebulutangkis kelahiran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, itu mengaku bersyukur mampu mengatasi tekanan hingga memastikan kemenangan pada gim penentuan.

“Ini pertama kali saya mengikuti World Junior Championships dan alhamdulillahnya saya bisa jadi juara. Saya masih merasa ini mimpi, apalagi lawan di final juga tidak mudah, sengit sekali,” ungkap Radithya.

Sementara itu, gelar juara ganda campuran diraih pasangan Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti. Mereka menaklukkan pasangan China, Feng Yi Lang/Li Meng Han, melalui pertarungan ketat tiga gim dengan skor 17-15, 8-15, 16-14.

Dian mengatakan gelar juara dunia tersebut merupakan hasil dari proses panjang, konsistensi latihan, serta dukungan orang tua, pelatih, klub, dan seluruh pihak yang terus memberikan semangat kepada mereka.

Menurut Luthfi, kemampuan menjaga komunikasi, kepercayaan diri, dan fokus pada setiap poin menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan di partai final, terutama ketika pertandingan memasuki poin-poin krusial.

Yoppy menambahkan, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. Radithya dan Dian merupakan lulusan Audisi Umum PB Djarum, program pencarian bibit pebulutangkis potensial yang telah berjalan selama dua dekade.

Adapun total apresiasi sebesar Rp 200 juta tersebut dibagikan kepada atlet dan tim kepelatihan dengan rincian sebagai berikut:

Radithya Bayu Wardhana, juara tunggal putra, menerima bonus Rp 45 juta.

Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti, juara ganda campuran, menerima bonus Rp 60 juta.

Eskar Denantara, manajer tim BWF World Junior Championships 2026, menerima Rp 25 juta.

Wiempie Mahardi, kepala pelatih tunggal putra, menerima Rp 25 juta.

Muhammad Rijal, kepala pelatih ganda campuran, menerima Rp 25 juta.

Ihsan Maulana Mustofa, asisten pelatih tunggal putra, menerima Rp 10 juta.

Hendra Mulyono, asisten pelatih ganda campuran, menerima Rp 10 juta.

Dengan demikian, bonus untuk para atlet mencapai Rp 105 juta, sedangkan apresiasi bagi manajer dan jajaran pelatih sebesar Rp 95 juta. Jika digabungkan, total penghargaan yang diberikan Bakti Olahraga Djarum Foundation mencapai Rp 200 juta.

Melalui apresiasi tersebut, Bakti Olahraga Djarum Foundation berharap prestasi para atlet muda ini dapat menjadi pijakan menuju level senior sekaligus memperkuat regenerasi pebulutangkis Indonesia yang mampu bersaing di panggung internasional. (YM/YM)