Awas! Peredaran Uang Palsu Meningkat Jelang Lebaran

oleh -966 kali dibaca

Kudus, isknews com – Meningkatnya peredaran uang selama ramadan dan lebaran terutama setelah mendapatkan tunjagan hari raya (THR), berpotensi besar dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab untuk mengedarkan uang palsu (upal) demi mengeruk keuntungan pribadi.

Hal itu diungkapkan salah seorang penyedia jasa penukaran uang yang membuka lapak di Jalan Sunan Kudus Dhani. Kepada redaksi isknews.com dia mengatakan, biasanya upal semakin meningkat menjelang lebaran. Seiring dengan kebiasaan masyarakat saat lebaran tiba kebutuhan pun ikut meningkat, seperti membeli baju baru, makanan, dan lain sebagainya.

“Ditambah lagi budaya bagi-bagi uang kepada sanak saudara juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya perputaran uang saat lebaran,” katanya.

Dhani menceritakan pengalaman teman sesama penyedia jasa penukar uang yang tertipu upal Rp 3 juta lebih pada tahun lalu. Modus pengedar upal itu dengan cara menukarkan uang dalam jumlah besar, tapi didalam uang “segepok” itu disisipi upal.

“Belajar dari pengalaman itu saya berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi menggunakan uang tunai, khususnya dalam jumlah besar,” ujarnya.

Perihal profesinya sebagai jasa penukaran uang, Dhani menjamin pecahan uang yang disediakan dijamin keasliannya. “Bisa di cek keaslian uang dari kami, kalau palsu kami siap diproses sesuai hukum yang berlaku. Karena uang yang ada di kami itu berasal langsung dari Bank Indonesia,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :