Ayah Biadab Cabuli Bocah 9 Tahun Anak Kandung Sendiri

oleh -271 kali dibaca
Gambar ilustrasi (isknews)

Kudus, isknews.com – Perbuatan biadab dilakukan oleh pria berinisial S (44) warga Kecamatan Jati, Kudus, karena diduga telah melakukan tindak asusila yakni mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia 9 tahun.

S diduga berulang kali melakukan pencabulan terhadap anaknya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Korban diduga disetubuhi pelaku berkali-kali.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Darma membenarkan kejadian pencabulan yang dilakukan oleh S.

“Benar dan S sudah kita amankan,” kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma konfirmasi media, Kamis (14/01/2021).

Terungkapnya kasus ini, setelah ada laporan kepada pihak polisi. Polisi mendapatkan laporan dari istri S.

“Polisi langsung mengamankan tersangka di rumahnya sendiri pada Rabu 13/01 malam dan di bawa ke Polres,” Kata AKBP Aditya Surya Darma.

Aditya mengatakan kasus dugaan pencabulan ini bermula setelah korban bercerita kepada ibunya pada Ahad 03/01/2021 yang lalu.

Korban mengaku sudah disetubuhi ayah kandungnya berkali kali.

“Korban diancam tersangka jika mengatakan kepada ibunya, korban akan dibunuh ayahnya,” ujar dia.

Aditya mengaku masih mendalami motif pelaku tega melakukan pencabulan kepada anak sendiri.

Pasal yang di sangkakan terhadap pelaku pasal 81 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang.

“S terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara,” Jelas Kapolres Kudus.

Sementara itu Ketua Komnas Perlindungan Anak Kudus, Mohammad Sof’an saat dihubungi wartawan, mendorong agar pelaku dihukum kebiri.

“Sesuai dengan prosedur hukum. Dari awal itu sudah membuat tanda tangan bersama untuk kasus kebiri untuk didorong ke arah sana. Kepada predator anak itu ya kami harapkan (nantinya dihukum kebiri),” kata Sof’an saat dihubungi wartawan, Kamis (14/01/2021).

Sof’an menuturkan hukum kebiri layak bagi predator seks, karena kejadian tersebut berdampak kompleks bagi sang korban. Apalagi korbannya masih anak-anak.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Kebiri untuk Predator Seksual. PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak ditandatangani Jokowi pada 7 Desember 2020 lalu. (YM/YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :