Bangau Putih Kudus Wakili Jateng ke Fornas Samarinda, Target 3 Emas Meski Biaya Sendiri

oleh
Para Atlet Perguruan Wushu Bangau Putih Kudus yang mewakili Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Jateng dalam Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) ke 5 di Samarinda pada 15 hingga 18 November 2019. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Perguruan Wushu Bangau Putih Kudus mewakili Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Jateng dalam Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) ke 5 di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, pada 15 – 18 November 2019 mendatang.

Pelatih tunggal di Perguruan Wushu Bangau Putih Kudus, Tjia Eng Bie mengatakan dalam fornas kali ini menerjunkan tujuh atlet dengan tujuh nomor.

“Kami berangkat dengan tujuh atlet, satu pelatih, dan satu manajer. Hanya satu orang yang mendapat biaya dari Fornas Indonesia. Sisanya biaya mandiri dan mencari sponsor swasta,” terangnya saat ditemui isknews.com Minggu (10/11/2019) di Aula Klenteng Hok Hien Bio Kudus.

TRENDING :  Kurangi Plastik, Buat Totebag Motif Batik Kudus

Meski demikian, mereka akan berjuang atas nama Jawa Tengah dalam pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Semuanya (Atlet) merupakan peraih emas di ajang Pra Fornas di Ciracas, Februari 2019. Diantaranya kelas Junior A (Ilham), dengan Senjata Panjang pu dau, Junior B (Setefani), dengan tangan kosong perguruan, tangan kosong utara, sama taiji.

TRENDING :  Pemkab Kudus Gelontorkan 3,045 Miliar Untuk Program Bedah Rumah

Lalu Junior C ada 5 Atlet, yakni (1) Kayla jurus perguruan, jurus utara, senjata pendek tongkat. (2) Yurcel, jurus perguruan, jurus utara, senjata panjang, toya selatan. (3) Steve, jurus hewan, senjata pendek tonhkat, senjata panjang toya selatan. (4) Sultan, tangan kosong selatan, tangan kosong itara, senjata panjang toya selatan. (5) Christo, jurus hewan, jurus perguruan, jurus selatan.

TRENDING :  Koramil Undaan : Fungsikan Semangat Gotong Royong Manunggal Mbangun Desa

Tjia menyebut, fornas kali ini merupakan keikutsertaan yang pertama bagi AKTI. Mereka berharap bisa menyumbang emas yang cukup untuk membawa Jateng menjadi juara umum.

Ia menargetkan atlet binaannya mampu menyumbang tiga medali emas. “Selama lima bulan para atlet kami persiapkan secara fisik, teknik, hingga ketepatan jurus.”

“Penilaiannya nanti ialah keserasian gerang, detail gerakan tiap jurus, kuda-kuda, hingga ketepatan pukulan,” pungkas Tjia. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :