Bangun Kemandirian, Komunitas Chef Muria Gandeng UPTD BLK Kudus Gelar Cooking Class Bikin Cake Cantik Kekinian

oleh -192 kali dibaca
Para peserta foto bersama usai selesai praktek cooking class yang digelar Minggu (20/12/2020) di PDKT Resto n Cafe. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com –  Komunitas Chef Muria Kudus bersama UPTD BLK Kudus menggelar pelatihan swadaya yang dikemas dalam pelatihan cooking class membuat cake cantik kekinian. Acara yang digelar Minggu (20/12/2020) di PDKT Resto n Cafe ini dipandu langsung oleh Chef Ali dan tim.

Chef Ali mengaku antusias peserta yang kesemuanya perempuan itu sangat tinggi. “Antusias peserta sangat tinggi karena di acara tersebut kami memberikan resep anti gagal membuat Tiramisu Dessert Box dan Cheese Cake,” katanya saat ditemui isknews.com

Setelah mengikuti pelatihan ini, lanjutnya, para peserta secara otomatis langsung mendapatkan pembinaan langsung dari Chef Ali. “Nantinya dibuatkan group Whatsapp untuk menjadi wadah komunikasi bagi para peserta selanjutnya supaya bisa diskusi dan konsultasi seputar usaha yang akan dijalani maupun yang sudah berjalan bisa terus maju,” terang Chef Ali.

Sementara Ketua Komunitas Chef Muria Kudus, Chef Totok Sunarto mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan cooking class perdana dan digelar secara swadaya alias berbayar dengan biaya Rp250/orangnya. Selain itu para peserta memang kami batasi, sehingga lanjut Totok,  jika yang tidak bisa ikut di event kali ini bisa mengikutinya di lain kesempatan.

Ia berharap, setelah megikuti pelatihan ini para pesera bisa mandiri dengan menjalankan usaha di rumah. “Karena tujuan kami memang itu, terciptanya kemandirian ekonomi keluarga melalui sektor UMKM,” ungkapnya.

Selain itu, jalannya kegiatan ini juga dibantu UPTD BLK pada Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus. “Kami membantu promosi, sarana dan prasarana yang kurang dan juga terkait sertifikasi,” kata Kepala UPTD BLK, Anggun Nugroho.

Ia berharap, kegiatan perdana yang sangat bermanfaat ini bisa diadakan selanjutnya di lain kesempatan. Karena, lanjut Anggun, bisa memberikan ilmu baru bagi masyarakat, khususnya yang minat di bidang cake kekinian.

Sementara salah satu peserta Khusnul Khotimah (42 tahun) mengaku cooking class kali ini merupakan pengalaman pertamanya mendapatkan banyak ilmu, “Pengalaman bagi saya, Bagi kami ini merupakan ilmu baru, kitapun bisa belajar lewat medsos atau youtube, namun beda jika diajarkan langsung tatap muka dengan chef ahlinya langsung,” papar warga Megawon itu.

Selanjutnya untuk bahan-bahannya memang pilihan, “Istimewanya resep ini itu sederhana, tanpa memakai alat oven, panggang dan jadinya cantik sekali, dan nilai jualnya bisa tinggi. Terkait awal mula mendengar jika ada kegiatan ini dari teman yang memosting di media sosial. Semoga bermanfaat buat keluarga dan orang sekitar,” harapnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :