Bank Jateng Cabang Kudus Gelar Mini Expo KKB dan KPR, Tawarkan DP Ringan hingga 1 Persen

oleh -11 Dilihat
Pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus, Risdiyanto, memantau langsung stand KPR dalam mini expo, memastikan layanan pembiayaan rumah berjalan optimal. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Bank Jateng Cabang Kudus menggelar mini expo yang berfokus pada pembiayaan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai Senin (13/4/2026) hingga 20 April 2026, dan terbuka untuk berbagai kalangan nasabah.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus, Risdiyanto, menjelaskan bahwa program ini diutamakan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), meskipun masyarakat umum juga diperbolehkan mengakses fasilitas tersebut.

“Mini expo ini kami fokuskan untuk KKB dan KPR. Memang prioritasnya ASN dan P3K, tapi nasabah umum juga bisa memanfaatkan,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (17/4/2026).

Dalam expo tersebut, berbagai dealer kendaraan turut ambil bagian dengan menghadirkan beragam merek sepeda motor seperti Vespa, Honda, Yamaha, hingga motor listrik. Sementara untuk mobil, peserta dealer akan bergantian setiap pekan. Pada periode awal ini, sejumlah merek seperti Honda, Citroen, Wuling, dan Chery telah hadir, sedangkan pekan berikutnya dijadwalkan menyusul Suzuki dan Toyota.

Selain kendaraan, expo juga menghadirkan sektor properti dengan melibatkan empat developer perumahan di Kudus. Program KPR yang ditawarkan mencakup skema komersial maupun subsidi, termasuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Risdiyanto menyebutkan, untuk KPR bersubsidi, masyarakat dapat menikmati bunga rendah sekitar 5 persen serta uang muka (DP) ringan mulai 1 persen berkat dukungan subsidi pemerintah. Namun demikian, program ini tetap mempertimbangkan aspek penjaminan asuransi sebagai dasar persetujuan kredit.

“Bank bisa memberikan kredit selama ada jaminan dari asuransi. Selain itu juga ada jaminan fisik berupa rumah,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa minat terhadap KPR subsidi di Kudus masih terbatas, salah satunya karena kendala ketersediaan lahan dengan harga terjangkau. Sehingga saat ini, pembiayaan KPR komersial masih lebih diminati masyarakat.

Untuk target, pihaknya mematok minimal 10 nasabah baru baik untuk KKB maupun KPR selama kegiatan berlangsung. Namun demikian, pengajuan yang masuk akan tetap ditindaklanjuti meski expo telah berakhir.

Menariknya, mini expo ini juga didukung kehadiran layanan tambahan seperti BPJS Ketenagakerjaan yang membuka outlet guna mempermudah persyaratan pengajuan kredit. Ke depan, Bank Jateng Kudus berencana menggandeng lebih banyak mitra layanan, termasuk sektor lain yang relevan dengan kebutuhan ASN.

“Ini baru pertama kali kami adakan. Kalau hasilnya bagus, ke depan bisa kami gelar lagi dengan menggandeng lebih banyak pihak,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :