Bantu Percepat Kekebalan Kelompok, Siswa Kelas IX SMP 1 Jati Kudus Jalani Vaksinasi

oleh -494 kali dibaca
Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi, Kepala SMPN 1 Jati Kudus, Ahsan Noor dan Camat Jati Andreas Wahyu saat melihat jalannnya proses vaksinasi di SMP 1 Jati Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Ratusan siswa SMP 1 Jati Kudus pada hari ketiga masuk sekolah, Rabu (1/9/2021) mulai divaksin covid-19. Hal itu sebagai upaya untuk membantu mempercepat pencapaian herd immunity atau kekebalan kelompok.

Kepala SMPN 1 Jati Kudus, Ahsan Noor mengatakan, untuk SMP 1 Jati Kudus dengan sasaran siswa kelas IX. “Sementara kelas IX dulu, nantinya jika mendapatkan alokasi vaksin lagi dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, giliran kami alokasikan untuk kelas VIII dan kelas VII,” ujarnya dihadapan awak media.

Pihaknya sangat mendukung adanya program vaksinasi untuk siswa tersebut. Vaksinasi tersebut setidaknya bisa membentuk antibodi para siswa. Ia menjelaskan, pada vaksinasi pagi ini pihaknya didukung tenaga kesehatan dari Puskesmas Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus.

Ia menyampaikan tentang antusiasme para siswa sejak dikeluarkannya jadwal vaksinasi oleh Kepala Puskesmas Ngembal Kulon. “Sejak awal guru-guru langsung merespon positif program vaksinasi siswa ini, Kedua, ini merupakan tanggung jawab seorang pendidik bahwa kita harus segera melakukan proses belajar mengajar secara aman dan nyaman. Kini negara-negara di dunia tahu kita sangat serius menempatkan aspek pendidikan sebagai bagian penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19,” demikian jelas Ahsan Noor.

Sementara Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi mengatakan bahwa target yang divaksin dosis pertama berjumlah 284 siswa dan 23 siswa diantaranya tidak bisa divaksin karena ada penyebab tertentu.

“Ada 23 siswa yang tidak bisa divaksin, karena sedang batuk, pilek, penyintas, dan ada yang sedang pengobatan TB. Sementara yang bisa divaksin akan menjalani vaksin dosis kedua selang 28 hari setelah penyuntikan dosis pertama, minimal 28 hari, renacana tanggal 29 September,” terang Kamal.

Terkait pelaksanaan vaksinasi hari ini berjalan lancar dan tidak ada reaksi efek samping yang berat. Semua peserta vaksinasi, lanjut Kamal, berpotensi memiliki reaksi efek samping vaksin bisa bersifat ringan, misalnya hanya berupa demam atau nyeri di lokasi suntikan.

Sementara salah seorang siswa kelas IX mengaku tidak merasakan sakit saat divaksin. Meski digelar secara terbatas, Ia merasa senang lantaran bisa bertemu dengan teman-teman. “Hari pertama sekolah senang karena bisa belajar bersama, dan sekaligus bisa mensukseskan vaksinasi covid-19,” terangnya.

Ahsan Noor menambahkan, uji coba PTM di SMP 1 Jati Kudus dilaksanakan terbatas mulai 30 Agustus hingga 11 september 2021. Pelaksanaannya sesuai standart operasional prosedur (SOP) 4 jam pelajaran sehari masing-masing 30 menit.

Teknis pelaksanaannya 50 persen anak kelas 7, 8 dan 9 masuk hari senin nomor absen 1 sampai 16, selebihnya nomor absen 17 hingga 32 masuk hari selasa. Begitu seterusnya. “Meski begitu, anak yang tidak PTM diberi pembelajaran daring,” tuturnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :