Bantuan Unit Damkar PLP Tanjung Priok, Tertambat Pendangkalan Sungai Silugonggo

oleh -923 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati ) – Proses Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran kapal di Utara Pulau Seperapat, Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Pati, oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng, hingga Minggu (16/07/2017) siang, masih tertunda. Pasalnya, si jago merah masih mengganas di lokasi.
Selain itu, bantuan unit pemadam dari Kantor Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok, Surabaya tak bisa dilakukan, karena adanya pendangkalan alur Sungai Silugonggo.

“Kapal negara (KN) Trisula yang seyogyanya akan membantu proses pemadaman terpaksa parkir sejauh 5 mil dari lokasi kebakaran,” ungkap Petugas Kantor Pangkalan PLP Tanjung Priok Surabaya, Mu’min Rauf.
Dalam musibah kebakaran kapal terbesar di Bumi Mina Tani itu, dipastikan sebanyak 12 kapal motor (KM) ludes terbakar, Sabtu (15/07/2017) kemarin.

Nahasnya, karena medan yang sulit, unit Pemadam Kebakaran (Damkar) tidak dapat masuk ke lokasi kejadian. Bahkan, hingga saat ini, api masih menggrogoti sisa-sisa badan kapal.
Selain memangsa korban materi puluhan miliar rupiah, tiga orang harus di larikan ke rumah sakit akibat mengalami luka bakar serius, saat kejadian berlangsung.

“Satu korban luka bakar ringan di rawat di rumah sakit Budi Agung Juwana, sedang dua korban luka lainnya di larikan ke rumah sakit Karyadi Semarang, karena luka bakar berat mencapai 50 hingga 60 persen,” papar Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui KBO Sat Pol Air Polres Pati Iptu Dafid Paradhi.
Lanjutnya, korban yakni Edi Siswanto (28) warga Trimulyo, Karbani (45) warga Trimulyo, dan Supardi (48) warga Bajomulyo, mereka merupakan pekerja yang tengah mengecat KM Makmur Jaya Bahari.
Diduga, imbuh David, api berasal dari percikan las yang menyambar tinner di KM Makmur Jaya Bahari. Dan menjalar ke kapal-kapal yang berada disebelahnya.

“Jumlah kapal yang terbakar masih simpang siur, tapi malam ini (kemarin -red) kami mencatat ada 12 kapal,” bebernya.
1. KM. Makmur Jaya Bahari milik H. Suroso alamat Ds. Ngemplak Kec. Margoyoso.
2. KM. Ngupoyo Mina Abadi milik H. Umar.
3. KM. Rafindo milik H. Aris.
4. KM. Putra Leo Bahari milik PT. Putra Leo Nusantara.
5. KM. Budi Pangroso milik PT. Putra Leo Nusantara.
6 KM. Raya Mina Bangkit milik PT. Karya Kelola Makmur.
7 KM. Sampurna Jati Rejeki milik H. Utomo alamat Ds. Bajomulyo.
8 KM. Berkah Bahari I milik H. Sumarno alamat Ds. Bendar.
9. KM. Buana Layar Samudra I milik PT. Sukun Kudus.
10. KM. Wahyu Manunggal milik Sdr. Ahmad Rifai alamat Rt 04 Rw I Ds. Bajomulyo Kec. Juwana Kab. Pati.
11. KM. Mekar Jaya Abadi milik Bp. Rohman alamat Rt 3 Rw IV Ds. Bendar Kec. Juwana Kab. Pati.
12. Belum diketahui identitasnya.
Awalnya, warga dan petugas berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, tapi dihentikan. Pasalnya, terdapat 80 ton solar di dua kapal yang terbakar, dan dikhawatirkan meledak.

“Dari 12 Kapal Motor yg terbakar terdapat dua kapal, KM Wahyu Manunggal dan KM Buana Layar Samudra I, yang sudah siap berangkat layar dimana keduanya sudah berisi masing-masing 40 ton solar,” tukasnya.
Sementara itu, resepsionis RS Budi Agung Juwana mengatakan, korban yang bernama Supardi saat ini sudah mendapatkan penanganan medis.

“Satu korban masih dirawat disini saat ini (Sabtu -red), sedang dua lainnya di rujuk ke rumah sakit Karyadi Semarang,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Labfor Polda Jateng masih menunggu api padam, guna proses olah TKP. Kerugian ditaksir mencapai Rp 60 miliar.(Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.