Banyak Ditemukan Mitra Bermasalah, Penyaluran BPNT Tak Lagi Melalui E-Warong

oleh -153 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo menyatakan penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) yang sebelumnya disalurkan lewat e-warong, mulai awal tahun 2022 mulai berganti tunai.

Menurutnya, penyaluran BPNT bulan Januari-Maret 2022 sendiri telah disalurkan melalui PT Pos Indonesia secara tunai sebesar Rp 200 ribu tiap bulannya.

“Di periode selanjutnya, April-Juni juga sama. Akan disalurkan dengan tunai. Namun belum diketahui pihak mana yang akan digandeng sebagai mitra penyaluran bantuan ini.,” ujar Harso Susilo usai menghadiri acara pencanangan zona integritas PPSDN Pendowo di Mlati Lor, Selasa (05/04/2022).

Harso Susilo menjelaskan bahwa, berubahnya proses penyaluran ini disebabkan banyak ditemukan mitra E-Warong yang bermasalah.

Harso mengungkapkan setidaknya satu E-Warong memiliki 250-350 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mencairkan BNPT di tempatnya. Biasanya bantuan yang diberikan berupa sembako senilai Rp 200 ribu. Tanpa bisa memilih, KPM hanya diperbolehkan mengambil barang sesuai yang disiapkan E-Warong.

Harso menyebut, seharusnya KPM bebas memilih sembako yang diinginkan dengan BNPT. Tapi malah pihak E-Warong sudah menyiapkan sendiri barang yang akan diambil KPM.

“Permasalahan E-Warong itu banyak sekali. Ibaratnya itu ada gula ada semut. Banyak agen yang bermain. Harusnya sudah beli barang banyak, dijual di E-Warong harganya bisa murah. Malah ternyata masih dikenai biaya tambahan. Lalu ada juga KPM tidak ada pilihan barang lain, seharusnya mereka bebas memilih mau barang apa. Tapi malah sudah dipaketkan,” jelasnya.

Dari data yang didapat Harso, setidaknya ada 6 ribu lebih E-Warong di Jateng yang bermasalah dari total E-Warong di Jateng sekitar 9 ribu lokasi. Ribuan E-Warong itu pun telah diberi peringatan. Serta 600 diantaranya telah dicabut izin menjadi E-Warong.

“Sebelumnya E-Warong itu kan toko kelontong biasa. Tanpa menjadi E-Warong, mereka tetap jadi warung seperti sebelumnya. Hanya saja waktu jadi E-Warong pembelinya bertambah,” ungkapnya.

Di samping itu, total PKM di Jateng tahun 2022 sebanyak 3,2 juta keluarga. Lebih sedikit dari tahun 2021 yang jumlahnya sekitar 3,5 juta KPM. Dari penerima BNPT ini pun, 1,2 juta diantaranya menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus, Mundir menyebut jumlah E-Warong di Kudus terakhir ada 147 lokasi. Di mana ada 1 E-Warong yang sebelumnya dicabut izinnya. (My/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :