Banyak Karyawan WFH, Tiga Mahasiswa Ciptakan Magpot Aroma Terapi

oleh -186 kali dibaca
Tiga mahasiswa membuat magnetic pot aroma terapi sebagai produk andalan dan lolos pembiayaan Kemendikbudristek

Kudus, isknews.com – Tiga mahasiswa Unversitas Muria Kudus (UMK) membuat Magical Pot, inovasi produk ruangan dengan tiga fungsi tersebut lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan Kemendikbudristek. Produk tersebut kini bahkan sudah dikirim ke beberapa daerah karena keunikan dan harganya yang lebih kompetitif.
PKM yang lolos pembiayaan tersebut berjudul ‘Levitasi Batik Magnetic Media Hidrogel Dilengkapi Difuser Sebagai Inovasi Dekorasi Ruang’. PKM tersebut nantinya akan dinilai kembali dan jika lolos akan masuk pekan ilmiah nasional (Pimnas) yang diadakan Kemendikbudristek.

Ketua PKM Idha Rachmawati dari Prodi Akuntansi mengatakan, awal mula ide tersebut muncul ketika melihat kondisi pandemi. Ada sebuah riset yang menyatakan, saat pandemi atau work from home (WFH), perlengkapan rumah dalam hal ini dekorasi menjadi salah satu paling dicari.

Melihat peluang itu, dirinya bersama timnya, Miftahul Janah dari Prodi Ilmu Hukum dan Ilham Fajar Sidqi dari Prodi Agroteknologi langsung muncul ide membuat magnetic pot. Sebenarnya magnetic pot saat ini sudah banyak yang jual, namun yang dilengkapi dengan difuser aroma terapi masih belum ada. ”Pandemi juga menjadi salah satu faktor stress, jadi dengan difuser aroma terapi bisa meminimalisir stres,” katanya Rabu (1/9/20210.

Magentic pot bisa ditaruh di meja kerja, tanaman yang dipilih bisa membuat mata lebih segar dan aroma terapinya bisa menambah rilek saat bekerja. Sementara pot yang mengambang juga memiliki keunikan tersendiri.
Produk mangetic pot yang dibuatnya memiliki tiga bagian, bagian bawah tempat magnet yang dihiasi dengan batik. Tujuannya tak lain untuk mengenalkan batik lebih luas, sehingga budaya bangsa bisa terus lestari.

Bagian tengah terdapat tempat difuser aromaterapi, didalamnya terdapat sebuah alat yang bisa merubah cairan menjadi asap. Sehingga cairan aroma terapi tersebut bisa menyebar, apalagi pot magentic bisa berputar sehingga asap aroma terapi bisa lebih menyebar. Didalamya juga terdapat lampu.

Lalu bagian atas adalah pot yang digunakan untuk tanaman. Tanaman yang ditaruh dalam pot sesuai keinginan masing-masing. Bisa tanaman hiasan semata seperti sekulen atau tanaman yang memiliki manfaat lain, seperti daun mint yang bisa menetralisir bau ruangan.
”Bisa dikatakan ini produk 3 in 1, magnetic levitation, vas dengan diffuser dan tempat tanaman hias, serta Lampu dalam vas untuk mempercantik ruang,” terangnya.

Untuk produk tersebut dibuat menjadi dua paket, paket classic dengan harga Rp. 698.000. Magnetic pot classic yang dibuat jauh lebih murah dibanding yang dijual dipasaran, dengan ukuran yang sama dipasaran bisa mencapai Rp 800.000, itupun tanpa difuser aroma terapi.
Lalu paket kedua Rp 395.000, untuk paket tersebut ukurannya lebih kecil dibanding paket classic. ”Setiap pembelian paket sudah termasuk cairan aroma terapi dengan berbagai aroma,” ujarnya.

Sampai saat ini, sudah terjual sekitar delapan buah, baik dari marketplace atau lainnya. Terakhir ada yang beli dari marketplace berasal dari Jakarta. Penjualan dilakukan secara online, baik melalui marketplace ataupun promosi.
Dengan inovasi produk tersebut, pihaknya berharap usaha nantinya bisa terus berkembang, tidak hanya target lolos Pimnas saja. Melainkan juga terus berkembang. ”Kami akan melakukan penyempurnaan terus,” imbuhnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :