Banyaknya Lowongan Kerja Sektor Manufaktur, BPS Sebut Tingkat Pengangguran di Kudus Turun

oleh -1,122 kali dibaca
Grafik BPS Kudus

Kudus, isknews.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Eko Suharto menyebutkan, jumlah pengangguran di Kudus mengalami penurunan. Hal  itu terlihat dari tahun ini (2023) berjumlah 16.070 orang dari tahun sebelumnya (2022) mencapai 15.870 orang.

Penurunan tingkat pengangguran terjadi sejak empat tahun terakhir, dari tahun 2020 tingkat pengangguran mencapai 28.340 orang, kemudian tahun berikutnya turun menjadi 19.650 orang dan tahun ini turun lagi menjadi 15.870 orang

Berdasarkan jenis kelamin, kata dia, untuk laki-laki turun dari tahun 2022 menjadi 11.560 orang, tahun ini turun menjadi 9.540 orang. Sementara untuk perempuan justru ada kenaikan dari tahun lalu sebanyak 4.490 orang, tahun ini justru naik menjadi 6.330 orang.

Menurut dia, penurunan angka pengangguran di Kabupaten Kudus, salah satunya karena industri rokok di Kudus membuka banyak lowongan pekerjaan, sehingga penyerapan tenaga kerja juga tinggi.

“Jika sebelumnya pekerja rokok didominasi usia tua, maka saat ini banyak anak muda yang juga tertarik bekerja di sektor industri rokok, karena industri rokok yang membuka lowongan pekerjaan tidak hanya satu pabrik, tentunya terjadi penyerapan tenaga kerja yang cukup besar,” ujarnya.

Menurutnya, Angkatan Kerja adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang aktif secara ekonomi seperti penduduk bekerja, atau yang punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.

Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi.

“Dari 677,61 ribu penduduk usia kerja pada tahun 2023, sebanyak 489,16 ribu orang di antaranya merupakan angkatan kerja. Dengan demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 72,19%.

Sebanyak 15,87 ribu orang dari total angkatan kerja pada tahun 2023 merupakan pengangguran. Proporsi pekerja formal mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Lapangan usaha dengan jumlah tenaga kerja terbanyak adalah sektor manufaktur sebesar 50,96 persen,” rincinya.

Selain itu, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kudus juga terus mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Tepatnya usai dihantam pandemi Covid-19 tahun 2020 dan 2021 silam. Saat ini, jumlah penduduk miskinnya tersisa di angka 65.160 orang dari total penduduk Kudus.

”Untuk tahun 2022 jumlah penduduk miskin ada di 66.060 orang, kemudian kami melakukan survey dan didapati ada penurunan sebanyak 90 ribuan orang di tahun ini. Saat ini penduduk miskin masih ada 65.160 orang,” pungkasnya.

Sementara jika dibandingkan dengan tahun 2021, penurunannya menjadi cukup signifikan, yakni menurun sebanyak 1.900 orang. Di mana pada tahun tersebut jumlah penduduk miskinnya mencapai 67.060 orang. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :