Basri Yusuf ingatkan ini ke Atlet Junior Penghuni Pelatnas PBSI

oleh -352 kali dibaca

Sport, isknews.com – Pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Cipayung, Jakarta Timur tahun ini dihuni 88 atlet. Dari jumlah itu ada atlet penghuni lama dan penghuni baru.

Diketahui, untuk atlet dari Jawa Tengah jebolan PB Djarum yang masuk ke Pelatnas dari hasil Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 ada tujuh atlet. Ditambah satu atlet lewat jalur undangan pemantauan.

Kedelapan atlet tersebut merupakan jebolan PB Djarum sekaligus di bawah naungan Pengprov PBSI Jawa Tengah. Delapan atlet dari Jawa Tengah itu terdiri dari atlet tunggal taruna putri, Mutiara Ayu Puspitasari dan ganda taruna putra yang diisi pasangan Daniel Edgar Marvino/Raymond Indra.

Kemudian ada di sektor ganda dewasa putri yang diisi pasangan Ridya Aulia Fatasya/Sofy Al Mushira Asharunnisa dan ganda taruna putri yang diperkuat pasangan Anisanaya Kamila/ Az Zahra Ditya Ramadhani.

Lalu ada Ruzana yang merupakan atlet di sektor tunggal putri. Ruzana masuk ke Pelatnas melalui jalur undangan atau pemantauan dari pihak Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).

“Harus fokus untuk berlatih saja. Jangan sampai lupa tujuan awal mereka masuk ke Pelatnas itu untuk berprestasi. Jangan terbawa lifestyle senior-seniornya yang sudah berprestasi,” kata Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng,
Basri Yusuf, Senin (31/1/2022).

Basri menambahkan, lifestyle yang tidak boleh diikuti itu salah satunya sebagai seorang atlet yang juga merambah publik figur. Basri menilai untuk penghuni Pelatnas baru masih terlalu dini untuk ke arah sana.

“Kalau yang senior kan sudah profesional. Mereka atlet senior juga sudah bisa menjaga profesionalitasnya. Parameternya juga sudah peringkat dunia. Kalau yang junior dan masih baru ini lebih baik fokus berprestasi dulu,” terangnya.

Tak hanya itu, Basri juga mengimbau agar atlet penghuni baru Pelatnas tidak cepat puas. Selain itu juga tidak boleh malas-malasan.

“Jangan merasa cepat puas ketika sudah di Pelatnas. Karena faktor non teknis seperti malas berlatih itu bisa mempengaruhi performa atlet. Jadi jangan merasa sudah di Pelatnas terus santai-santai,” imbuhnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :