Bau Menyusut, Penataan TPA Tanjungrejo Dikebut Menuju Sistem Ramah Lingkungan

oleh -137 Dilihat
Peninjauan langsung di TPA Tanjungrejo. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Upaya penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo mulai menunjukkan hasil. Bau menyengat yang sebelumnya dikeluhkan warga kini berangsur berkurang seiring langkah intensif yang dilakukan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus.

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah penyemprotan rutin di seluruh area TPA yang mencapai sekitar lima hektare. Penyemprotan dilakukan dengan kombinasi metode, yakni menggunakan selang bertekanan tinggi serta bantuan drone untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKPLH Kudus, Didik Tri Prasetiyo, menjelaskan bau tak sedap muncul sebagai dampak dari proses penataan sampah menggunakan metode terasering yang mengharuskan pengadukan timbunan.

Karena kami membuat terasering, otomatis sampah kami aduk, dan itu menimbulkan bau. Maka dari itu kami lakukan penyemprotan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, penyemprotan yang dilakukan secara konsisten selama beberapa hari terakhir mulai memberikan dampak signifikan terhadap penurunan bau di kawasan tersebut.

Alhamdulillah, kemarin saya berada di tengah TPA, baunya sudah mulai berkurang. Ini tidak hanya satu hari, tapi sudah beberapa hari kami lakukan,” katanya.

Didik menegaskan, langkah ini akan terus dilanjutkan secara berkala selama potensi bau masih terdeteksi.

Selama masih berbau, akan terus kami semprot dan kami rutinkan,” tegasnya.

Selain penanganan bau, PKPLH juga tengah mempercepat penataan TPA sebagai bagian dari transformasi dari sistem open dumping menuju sanitary landfill. Penataan dilakukan melalui pengurukan sampah menggunakan tanah serta pemanfaatan material geotekstil.

Tak hanya itu, metode terasering juga diterapkan di sejumlah titik, baik di area lama maupun baru, untuk mencegah longsor dan menjaga stabilitas timbunan sampah, meski dihadapkan pada kendala cuaca seperti hujan.

Kami buat terasering supaya tidak longsor. Memang ada kendala cuaca seperti hujan, tapi kami tetap berupaya maksimal,” jelasnya.

Di sisi lain, pengendalian air lindi juga menjadi perhatian serius agar tidak mencemari lingkungan, khususnya perairan umum di sekitar TPA.

Kami juga berupaya agar lindi tidak keluar ke perairan umum. Berbagai langkah kami lakukan agar pengelolaan TPA ini bisa memenuhi standar,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.