KUDUS, ISKNEWS.COM – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kudus mengandalkan 11 atlet putra daerah untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Dengan mengutamakan atlet hasil pembinaan sendiri, PASI Kudus menargetkan raihan dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Diketahui, Porprov Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober di kawasan Semarang Raya. Para atlet atletik akan bertanding di Stadion Tri Lomba Juang Semarang untuk memperjuangkan prestasi sekaligus membawa nama Kabupaten Kudus melalui hasil pembinaan atlet daerah.
Ketua PASI Kudus Firdaus menjelaskan, target perolehan medali kali ini disesuaikan dengan kondisi tim yang tengah memasuki fase regenerasi. Sejumlah atlet senior yang sebelumnya menjadi andalan telah mengakhiri kariernya, sehingga kesempatan kini lebih banyak diberikan kepada atlet lokal binaan.
Menurut Firdaus, sasaran tersebut ditetapkan melalui pertimbangan terhadap kemampuan atlet serta persaingan dengan daerah lain. Hal itu disampaikannya saat pelepasan internal atlet PASI Kudus di Meeting Room United Square Kudus, Rabu (21/10/2026).
“Target ini realistis karena tahun ini banyak atlet senior yang sudah pensiun. Kami fokus pada atlet lokal yang merupakan hasil pembinaan sendiri,” ujarnya.
Sebanyak 11 atlet yang disiapkan untuk Porprov Jateng 2026 merupakan atlet terpilih yang telah memenuhi batas kualifikasi. Namun, tidak seluruh atlet yang lolos kualifikasi dapat diturunkan karena terdapat persyaratan usia yang harus dipenuhi untuk mengikuti pertandingan.
Dalam upaya meraih medali, PASI Kudus menempatkan nomor lari 400 meter putra dan jalan cepat putra sebagai peluang utama untuk mendapatkan emas. Sementara itu, peluang medali perak diharapkan berasal dari nomor lempar cakram dan jalan cepat putra, sedangkan nomor lempar lembing menjadi salah satu tumpuan untuk meraih perunggu.
Firdaus menegaskan, penentuan target tersebut telah mempertimbangkan kekuatan pesaing dan potensi atlet yang dimiliki. Meski kali ini belum memasang sasaran setinggi Porprov sebelumnya, PASI Kudus tetap membuka peluang untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi mendatang.
“Kami melihat kekuatan lawan dan menghitung target ini secara matang. Untuk sekarang, targetnya memang realistis. Ke depan, kami berani kembali menargetkan lima emas,” jelasnya.
Untuk menunjang pembinaan atlet, PASI Kudus memperoleh dukungan dari PT Sukun Wartono Indonesia. Bantuan berupa dana pembinaan diberikan setiap bulan dan diteruskan kepada klub-klub untuk mendukung proses latihan serta pengembangan kemampuan atlet.
Dukungan perusahaan tersebut juga mencakup kesempatan bagi atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan, baik di tingkat regional maupun nasional. Pengalaman bertanding diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, mental kompetisi, dan kesiapan atlet saat menghadapi persaingan di Porprov.
Dari sisi fasilitas, atlet-atlet Kudus turut memanfaatkan sarana latihan berstandar internasional di Super Soccer Arena melalui kerja sama dengan Djarum. Selain itu, lapangan milik PT Sukun juga digunakan untuk menunjang kegiatan latihan.
Sementara itu, Ketua KONI Kudus Sulistiyanto memberikan apresiasi terhadap langkah PASI yang tetap berkomitmen mengembangkan atlet lokal tanpa mendatangkan atlet dari luar daerah. Menurutnya, pola pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan olahraga Kudus secara berkelanjutan.
“Terima kasih atas komitmen pembinaan PASI dan dukungan Sukun. Kita juga patut berbangga karena semua atletnya asli Kudus. Ini sangat baik bagi perkembangan olahraga di Kudus,” ungkapnya. (AS/YM)






