Baznas Kudus Saluran Bantuan Renovasi Rumah Warga Gondangmanis

oleh -687 kali dibaca
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kudus saat menyerahkan bantuan renovasi rumah kepada Kasmadi (52), salah satu warga kurang mampu di RT 04 RW II Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. Jumat (16/4/2021). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kudus memberikan bantuan renovasi rumah milik Kasmadi (52), salah satu warga kurang mampu di RT 04 RW II Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. Bantuan diberikan berupa barang dan sejumlah uang.

“Total yang diberikan senilai Rp 5 juta, dibelikan dalam bentuk barang diantaranya baja ringan, Esbess, Baut Baja Ringan, Baut Roofing dan GRC senilai Rp4,184 juta, sisanya diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp816 ribu,” kata Ketua Baznas Kabupaten Kudus, H. Aris Syamsul Ma’arif melalui pelaksana baznas kudus, Musta’in, Jumat (16/4/2021).

Pembangunan bedah rumah segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Sehingga, lanjut Musta’in, warga penerima manfaat bisa langsung menikmati rumah yang layak huni. 

Sementara itu, Kepala Desa Gondangmanis Susanto mengatakan, pihak desa selama ini telah berupaya agar yang terkait (Kasmadi) mendapat bantuan. Akan tetapi, Susanto menyayangkan sikap Kasmadi yang tak kooperatif dan cukup sulit bermasyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya akan memberi pendampingan baik kepada Kasmadi maupun warga lain yang perlu edukasi.

“Masalahnya hanya soal tidak kooperatif saja. Sudah pernah kita bujuk, tapi tidak ada tanggapan. Kedepan, kita akan edukasi warga secara intens,” jelasnya.

Kira-kira tahun 2017 sudah ada usulan bedah rumah melalui program rumah tidak layak huni (RTLH), namun bantuan tersebut bisa terlaksana ketika yang bersangkutan masuk Data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan harus tanah hak milik.

“Syarat masuk program RTLH harus masuk di data DTKS, padahal pak sumadi belum ada sertifikatnya, Karena tanah itu harus tanah hak milik pak Kasmadi, karena sebelumnya sertifikat masih menyatu sama orang tua,” jelas Susanto.

Menanggapi hal ini, Kasmadi, yang merupakan salah satu penerima bantuan mengaku bersyukur mendapat bantuan bedah rumah, karena kondisi rumahnya sudah tidak layak huni.  “Alhamduillah, dengan bantuan ini rumah saya bisa diperbaiki dan lebih layak,” ujarnya.

Di sisi lain, Pihaknya berjanji akan lebih kooperatif jika pihak RT maupun desa meminta persyaratan administratif dikemudian hari. Tak hanya itu, Kasmadi juga akan lebih aktif dalam kegiatan masyarakat.

“Saya bersyukur mendapat bantuan ini. Saya berjanji untuk lebih bisa diajak kerja sama dan aktif di masyarakat,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasmadi menempati sebuah rumah yang tidak layak huni. Karena sebagian atap rumah mereka terbuka melompong nyaris tanpa penutup atap.

Pantauan isknews.com di lokasi, rumahnya sudah tak layak huni. Tampak terlihat atap rumah rusak parah. Tak hanya itu, pintu dan jendela dari kayupun tampak mulai rapuh.

Nampak dibagian ruang tengah juga disangga menggunakan bambu dan kayu.

Hanya bagian ruang tamu yang kini dihuni pasangan Kasmadi dan Umiyati (38) masih beratap utuh, namun terlihat kerangka atapnya juga sudah rapuh.

Mereka berdua juga tinggal bersama kedua anaknya, yang pertama duduk di bangku SMP dan anak kedua duduk di bangku sekolah dasar.

Niat untuk merenovasi rumah sudah ada sejak lama. Namun, gaji suami yang bekerja sebagai kuli bangunan, tak sanggup untuk membiayai renovasi rumah mereka. Gaji sang suami hanya mampu digunakan Umiyati untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya dan makan sehari-hari.

“Kalau hujan air langsung masuk ke rumah. Cuma bisa ditampung pakai ember. Tapi biasanya langsung surut, nggak sampai masuk ke ruang tamu,” ungkapnya.

Umiyati dan keluarga hanya mampu berharap kepada bantuan dari Pemerintah kabupaten Kudus. Ia berharap pemerintah bisa membantunya merenovasi rumahnya, agar ia dan keluarganya bisa merasa tenang dan tidak ketakutan rumah runtuh. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :