BBM Mahal, Saatnya Masyarakat Beralih ke Motor Listrik

oleh -452 kali dibaca
Pengunjung saat melihat fitur motor listrik Evo dari Polytron di showroom (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan bermotor yang memiliki nilai konsumtif tinggi pada penghasilan keluarga di Indonesia bisa menjadi alternatif untuk beralih menggunakan kendaraan bermesin listrik, yang tanpa menggunakan BBM.

Motor listtik ramah lingkungan EVO tanpa penggunaan BBM (Foto: YM)

Hanya soal waktu, diyakini kedepan sepeda motor listrik akal menjadi tren. Pemerintah juga terus mendorong penggunaan motor listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan.

Saat ini calon konsumen yang tertarik memakai motor listrik juga cukup mudah. Sudah banyak merek motor listrik yang beredar di pasaran, mulai dari merek lokal hingga impor.

Salah satu produk sepeda motor listrik produksi perusahaan manufaktur elektronik ternama di Indonesia PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) mulai memperkenalkan motor listrik buatan mereka.

Dikenalkan dengan nama EVO, motor listrik ramah lingkungan tersebut dapat ditemukan di Showroom Polytron EVO Jalan Ahmad Yani 38, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Showroom Officer Polytron EVO, Iwan Aryanto mengatakan motor listrik buatan Polytron ini menggunakan seratus persen memanfaatkan tenaga listrik. Di jual mulai harga Rp 28 juta. Di mana dalam satu buah motor difasilitasi dengan baterai kapasitas 1.500 Watt. Mampu digunakan untuk menempuh jarak 100 kilometer dengan kecepatan 30 km/jam.

“Kelebihan dari motor listrik ini free maintenance. Tidak perlu ganti oli dan lainnya. Karena tidak ada mesin pembakar seperti motor biasanya,” ungkap Iwan saat menjelaskan motor listrik pertama di Kudus tersebut, Jumat (01/04/2022).

Selain itu, pengeluaran untuk penggunaan baterai lebih murah daripada menggunakan bahan bakar minyak pada motor biasanya. Iwan menyebut, dengan menggunakan daya listrik setidaknya butuh Rp 40-50 untuk perjalanan tiap kilometernya. Sementara untuk bahan bakar minyak, diperlukan Rp 225-250 tiap kilometernya.

“Kalau di lihat dari cost-nya, motor listrik jelas lebih murah,” ucapnya.

Pihaknya pun memastikan, EVO telah melalui proses pengujian sangat ketat sebelum diluncurkan. Tingkat resiko penggunaan pun telah melalui proses ketat, sehingga semua kemungkinan telah terantisipasi.

“Jadi sampai ke masyarakat semua sudah aman,” tegasnya.

Selain itu, motor listrik karya anak bangsa ini pun dilengkapi dnegan fitur-fitur menarik. Mulai dari smart key system atau menghidupkan motor bisa menggunakan remote, bluetooth untuk menyambungkan motor dengan handphone, full LED lighting, lubang charger, speaker, hingga pengalaman berkendara dengan suara mesin yang sangat halus. Pun dengan menggunakan 2 buah baterai, mampu digunakan untuk menempuh jarak 200 kilometer dengan kecepatan maksimal 60 km/jam.

Iwan pun optimis, ke depan banyak orang yang akan beralih ke motor listrik. Sebab berkembangnya zaman, teknologi sudah mulai memanfaatkan listrik yang lebih ramah lingkungan.

“Kendati sampai saat ini, penjualan motor listrik masih di area Kudus, Pati, dan kabupaten sekitarnya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga telah menjajal motor listrik buatan Kudus ini. Ganjar pun terkesan dengan motor listrik tersebut.

“Ini keren, desainnya bagus. Buat motor kota-kota oke,” kata Ganjar beberapa waktu lalu usai menjajal EVO.

Keluaran pertama ini, EVO memperkenalkan 5 warna motor. Bolt Yellow, Energy Red, Pure White, Kinetic Blue, dan Metalelectric. (My/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :