BBWS Akan Kembali Gelar Operasi Penertiban Pengusahaan Air Permukaan Gunung Muria

oleh -252 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sinyalemen masih adanya sejumlah oknum pengusaha yang melakukan eksploitasi air muria, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mendukung langkah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana dalam melakukan penindakan terhadap para oknum pengusaha depo yang melakukan ekplositasi dan komersialisasi air Muria.

Air permukaan di sekitar wilayah Gunung Muria di kawasan Colo Kecamatan Dawe dan sekitarnya. Pemanfaatan air permukaan dengan cara ekploitasi dan diperjualbelikan dilarang berdasarkan aturan undang- undang.

Dokumentasi, sebuah truk pengangkut air saat dilakukan pemeriksaan oleh satlantas Polres Kudus beberapa waktu lalau (Foto: istimewa)

Plt Bupati Kudus HM Hartopo dalam sebuah kesempatan juga mengakui masih adanya pemanfaatan air permukaan di kawasan Muria oleh sejumlah oknum pengusaha setempat.

Pihaknya mendapatkan laporan masih ada truk tangki hilir mudik mengangkut air dari pegunungan itu. “Kalau memang benar masih ada,harus kembali ditertibkan,” pintanya kala itu.

Hal senada diungkapkan  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus, Djati Solechah. Hanya saja komersialisasi air Gunung Muria diakui pemilik sejumlah depo tidak lagi menggunakan air permukaan.

“Mereka berdalih pengusahaan air sudah beralih menggunakan sumur bawah tanah (ABT), dengan membawa bukti izin pengeboran air tanah,” terang Djati.

Padahal menurutnya, pengusahaan air tanah harus memiliki izin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Jawa Tengah.

“Pengusahaan air tanah tanpa izin melanggar Perda Provinsi Jateng No.3 Tahun 2018, tentang Pengelolaan Air Tanah,” ujarnya, Jumat (07/02/2020).

Atas pengusahaan air tanah tanpa izin, pihaknya telah memberikan peringatan pemilik usaha air tanah. Selain penjualan air tanah, diyakini usaha penjualan air permukaan dari lereng Pegunungan Muria masih berlangsung, tetapi dilakukan secara sembunyi.

Hal itu terlihat masih banyaknya truk tangki berjalan hilir mudik mengangkut air dari kawasan Muria, paska penghentian kegiatan usaha oleh BBWS Pemali Juwana beberapa waktu sebelumnya.

Kepala BBWS Pemali Juwana Rubhan Ruzziyatno mengatakan, pihaknya akan kembali turun ke lapangan untuk melakukan penertiban ulang terhadap pengusaha bandel yang masih melakukan eksploitasi dan mengkomersilkan air permukaan Gunung Muria.

Selain itu jual beli ABT tanpa izin instansi berwenang juga dilarang dan akan dilakukan tindakan tegas bagi yang melanggar.

“Kami siap berkoordinasi dengan Pemkab Kudus untuk menggelar kembali operasi penertiban terhadap pengusahaan air permukaan Gunung Muria,” ungkapnya.

Paska penertiban dan kemudian ditemukan kembali pelanggaran, penindakan dapat dilakukan pihak berwajib (kepolisian, red) karena telah melanggar UU RI No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan, serta Peraturan Pemerintah (PP) No.121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air.

Upaya penertiban sebelumnya telah dilakukan tim terpadu Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Kudus dipimpin petugas BBWS Pemali Juwana, terhadap 19 usaha depo air permukaan tak berijin di kawasan Gunung Muria. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :