Beli Tembakau Gorila Online, Sepasang Kekasih Ini Diringkus Satnarkoba Polres Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Setelah wilayah hukum Kabupaten Jepara, peredaran tembakau Gorila kini juga sudah merambah di Kudus. Berawal dari keisengan membeli tembakau online di salah satu situs jual beli online, dua sejoli ini di tangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus.

Hal itu dijelaskan oleh tersangka Budi Rafika Rahmawan dan kekasihnya Dewi Umi Kulsum dalam konferensi pers gelar kasus-kasus narkoba di Mapolres Kudus, siang tadi, Senin (26/08/2019).

Kapolres AKBP Saptono dan Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi saat menunjukkan barang bukti tembakau gorila dalam gelar kasus Operasi Anti Narkotia (Antik) bula Juli hingga Agustus 2019 (Foto: YM)

Budi yang diringkus oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus pada Rabu (17/07/2019) lalu bersama kekasihnya lantaran keduanya, diduga merupakan pengguna sekaligus pengedar Narkotika Golongan 1 dengan jenis Tembakau Gorila di Kabupaten Kudus.

Kapolres Kudus, AKBP Saptono mengatakan penangkapan sepasang kekasih ini bermula dari penangkapan Fajar Dwi Mulyawan di Balai Jagong Kudus pada Selasa (16/07/2019) lalu.

Dari tangan Fajar, yang belakangan diketahui sebagai pengedar barang haram itu di kota kretek, tim mengamankan 4 linting tembakau yang diduga merupakan narkotika jenis tembakau gorila yang disimpan dalam bungkus rokok merek Esse Berry Pop warna putih dan uang tunai sebesar Rp. 180 ribu.

TRENDING :  Patut Dicontoh, Polisi Ini Antar Pulang Bocah Balita Tersesat Yang Naik Sepeda Roda Tiga Di Tengah Jalan Raya

Usai menangkap Fajar, Satresnarkoba Polres Kudus kemudian melakukan penggeledahan terhadap rumah Dewi Umi Kulsum dan mengamankan 6 linting tembakau yang disimpan di dalam bungkus rokok merek MLD hitam.

Dari penangkapan Dewi, tim melakukan pengembangan kasus ke Kabupaten Jepara dan meringkus Budi Rafika Rahmawan yang diketahui sebagai pengguna sekaligus pengedar barang haram itu.

Dalam penggrebekan yang dilakukan di rumah Budi di Desa Pelang, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Rabu (17/07/2019), Tim menemukan satu plastik klip warna emas berisi 27 linting tembakau yang diduga narkotika jenis tembakau gorila.

“Jadi dari Budi, “Tembakau Senang” (istilah yang tertulis di marketplace – red) ini diedarkan ke pacarnya Dewi dan rekan-rekannya,” tandas Saptono.

Dari tersangka Budi, diketahui barang haram tersebut didapatnya dari salah satu marketplace di Indonesia yang dibelinya secara online dengan harga Rp. 500ribu.

TRENDING :  Gelar Apel Ketupat Candi 2019, Polres Kudus Siap Amankan Arus Mudik Dan Balik Idul Fitri 1440 H

Tembakau ini, kemudian dilintingnya menjadi sekitar 45 linting rokok, yang kemudian dijualnya seharga Rp. 25 ribu perlinting.

“Dari penangkapan ketiga pelaku ini, kami mengamankan total 37 linting tembakau gorila seberat 5,7 gram,” lanjut dia.

Tersangka Budi Rafika Rahmawan mengungkapkan pertemuannya dengan barang haram itu merupakan suatu ketidaksenajaan. Dimana pada mulanya, dirinya ingin membeli tembaku aroma di marketplace.

“Tidak sengaja pas scroll menemukan ‘Tembakau Senang’. dan saat saya baca reviewnya cukup bagus. Lalu coba beli satu paket itu,” katanya.

Satu paket tembakau gorila dengan berat sekitar 5 gram itu kemudian dilintingnya menjadi 45 batang rokok. Dari keterangan Budi, tembakau gorila ini dapat memberikan efek relaksasi dan halusinasi yang dapat bertahan selama 15 menit usai pemakaian.

“Awalnya saya pakai sendiri, lalu ada teman yang minta. Awalnya saya kasih, karena keseringan. Lalu saya jual kepada mereka,” terangnya.

Dari kasus ini, ketiga tersangka terjerat dengan pasal 114 ayat (1) subsider, 112 ayat (1) subsider dan 127 ayat (1) huruf a Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman kurungan penjara miminal 4 tahun bagi pengguna dan 5 tahun bagi pengedar.

TRENDING :  Gorong-gorong Ambrol, Jalan Kemojan - Karimunjawa Putus

“Kami juga masih terus dalami terkait jaringan narkoba di situs online tersebut,” pungkas Saptono.

Dari jual beli online di tokopedia. Awalnya dia iseng cari tembakau aroma rasa, lalu nemu itu.

“Pada bulan Juli – Agustus kita ada 8 laporan polisi dengan 11 tersangka. Dari penangkapan tersebut, kita ada lima pengedar dan enam pemakai.
Barang bukti, 37 linting atau 5,7 gram temakau gorila, sabu 7,8 gram,” terangnya.

Dijelaskannya, ancaman hukuman pemakai minimal 4 tahun sementara untuk pengedar minimal adalah 5 tahun.

“Lokus di Kudus lalu ada pengembangan hingga ke Jepara. Pengedar di jepara. Barang ada bbrp yg diamankan dr jepara. Pemakai dr Kudus dan Pati. Dari pemakai kita kembangkan ke tiga orang diatasnya sebagai pengedar. Dan ada yang DPO,” kata Kapolres. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :