Bentuk Kepedulian Terhadap Petani Melalui Gerakan Menyerap Cabai

oleh -422 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Untuk Kesekian Kalinya Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus melakukan pembelian cabai langsung ke petani. Sebagai upaya mendukung pertanaman cabai petani sehingga tetap bersemangat menanam, sebab harga cabai saat ini sedang anjlok.

Pertama kali membeli petani sebanyak 6 kuintal dari Petani poktan Karono Tirto Desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu untuk dijual pada ASN di lingkungan Pemkab Kudus. Kemudian pembelian pada Gapoktan Desa Karangrowo Kecamatan Undaan 6 kuintal. Berikutnya pembelian dilakukan kembali pada Petani Setrokalangan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Dan kali ini pembelian sebanyak 7 kuintal untuk disalurkan pada seluruh pegawai dilingkungan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Senin (7/9/2021).

Kedatangan Tim Distanbun Jawa Tengah merupakan perintah dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai perhatian pada petani cabai di Kudus. Namun cabai ini setelah sampai di Semarang dialihkan ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk menarik minat warga mengikuti vaksinasi covid19.

“ Memang dari Dinas Kesehatan tidak dijual ke Masyarakat, tapi diberikan pada warga yang takut divaksin. Mereka setelah disuntik kita beri cabai satu bungkus. Yaa sebagai upaya merangsang tingkat kedatangan ke posko vaksin ,” terang Edi Darmanto, Kabid Tanaman Pangan Distanbun Prov Jateng saat di hamparan Desa Setrokalangan.

Sunardi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus yang mendampingi tim pembelian Distanbun Jateng bersama Kabid Tanaman Pangan, Dewi Masyitoh dan Kasie Tanaman Pangan, Arin Nikmah mengungkapkan bahwa pihaknya memang mewajibkan seluruh pegawai diharuskan membeli cabai petani sebagai upaya mendukung pertanian cabai para petani dampingan dinas.

“ Memang ini kegiatan kepedulian kita pada petani, meski sebelumnya kita sudah beberapa kali membeli ke petani untuk dijual pada teman-teman ASN dan juga disalurkan ke pesantren. Sekarang giliran pada seluruh pegawai di dinas kita. Jumlah pembelian disesuaikan dengan golongan ASN ,” kata Sunardi. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :