Bentuk KUB Sami Aji, Support Sesama Difabel Kembangkan Usaha

oleh -197 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Menyandang status sebagai seorang difabel membuat salah satu pebisnis pakan ternak di Kudus untuk tidak berkecil hati. Mohammad Said, justru semakin termotivasi untuk membesarkan usahanya dan memberdayakan masyarakat.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Said pun membentuk sebuah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sami Aji, yang berlokasi di Desa Mejobo, Kecamatan Jati, Kudus.

Said menuturkan, keuntungan yang didapatkan dari KUB ini disalurkan untuk memberdayakan sesama anggota, serta untuk kegiatan sosial dan pendidikan.

Untuk pemberdayaan difabel sendiri, lanjut Said, dilakukan dengan memberikan modal usaha dari hasil keuntungan KUB yang didapatkan. Dia juga melakukan pendampingan kepada anggota yang mendapatkan modal usaha, agar usaha yang digelutinya bisa berkembang dengan baik.

Dibentuk sejak tahun 2018 silam, anggota KUB Sami Aji yang terdiri dari 20 anggota. Yang mana, 7 anggota diantaranya adalah seorang penyandang kebutuhan khusus (difabel).

“7 anggota yang difabel ini juga memiliki usaha masing, ada yang cucian motor, jual pulsa, sound system, dan jualan bakso,” ujar Said, saat ditemui dikediamannya, Rabu (9/03/2022).

Kemudian, KUB Sami Aji ini juga menjalin kerjasama dengan 15 kemitraan difabel yang tersebar di Kudus, Pati, dan Jepara. usaha penopang tersebesar rata-rata dari bisnis pakan ternak olahan dan beras.

“Kalau disini sendiri kan ada paka ternak olahan, itu nanti hasil keuntungan dari mixer akan diberikan kepada kemitraan difabel untuk modal usaha atau pengembangan usahanya,” terangnya.

Lebih lanjut, Said menambahkan, pembentukan KUB ini ditujukan pula untuk menyetarakan difabel dan non-difabel dalam bermasyarakat. Dia ingin membuktikan bahwa kekurangan yang dimiliki bukanlah aib. Dan seorang difabel tidak boleh terpuruk dan hanya berdiam diri di rumah.

Nama KUB Sami Aji yang diartikan sama-sama berharga adalah bentuk keseteraan antara difabel dan non-difabel. Oleh sebab itu, Said menekankan kepada setiap anggota agar semangat dalam mengelola usaha dan jangan patah semangat.

“Penamaan Sami Aji awalnya diusulkan oleh sekretaris desa pada waktu itu, karena namanya gang sini kan Sami Aji, terus kebetulan juga artinya sangat bagus untuk memotivasi,” jelasnya.

Dengan mengembangkan KUB Sami Aji, Said memiliki cita-cita yang akan diwujudkannya di masa depan. Yaitu, membyat sentral usaha difabel di Kudus dan membuat spot center olahraha untuk difabel.

“Kalau ini bisa berjalan dengan baik, semoga cita-cita itu bisa terwujud di 2026 ke atas nanti,” pungkas. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :