Berdayakan Potensi Masyarakat, KBPW Resmikan Kantor hingga Lumbung Baca Desa

oleh -410 kali dibaca
Foto : ist.

Kudus, isknews.com – Kampung Budaya Piji Wetan Kudus meresmikan kantor, toko bisnis dan perpustakaan atau lumbung baca desa. Peresmian ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Ahad (12/2/2023).

Kantor, toko dan perpustakaan KBPW tersebut dibangun untuk meningkatkan manajemen pengelolaan dan administrasi potensi-potensi masyarakat agar lebih berkembang. Tempat ini bakal menjadi wadah bagi masyarakat untuk memberdayakan sekaligus mempromosikan produk-produk KBPW ke masyarakat yang lebih luas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah dalam kesempatan tersebut mengapresiasi gerakan KBPW sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan desa. Kantor hingga lumbung baca ini, kata Mutrikah akan menjadi tempat berkumpulnya para pelaku seni, budaya, dan masyarakat jadi satu.

Bu Tika, sapaan akrabnya, optimis kantor ini dapat menjadikan manajemen pengelolaan, administrasi maupun pemanfaatan potensi di KBPW lebih tertata. Dengan begitu, katanya, masyarakat piji wetan dan masyarakat Kudus dapat belajar dan memanfaatkan wadah yang disediakan untuk memberdayakan potensinya.

“Di sini ada perpustakaan, bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan diri dari membaca, bisa punya sdm lebih, bisa mewarnai, dan mensupport yang lain,” ujarnya pada Ahad (12/2/2023).

Selain untuk mewadahi SDM di Piji Wetan, toko yang menjadi lini bisnis KBPW juga dapat dijadikan sebagai media promosi hasil karya dan produk-produk masyarakat asli Piji Wetan. Hal ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar untuk lebih tertarik berkunjung ke Kampung Budaya Piji Wetan.

“Semacam punya showroom sendiri yang berisi karya seni, budaya, kerajinan, hingga mechandise. Harapannya kantor ini bisa menjadi magnet supaya lebih banyak masyarakat yang datang dan membeli produk dari KBPW,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Kampung Budaya Piji Wetan, Muchammad Zaini mengatakan pembangunan kantor, toko dan lumbung baca KBPW memang sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, keberadaan kantor bagi komunitas berbasis kebudayaan itu sangat penting. Selain untuk manajemen administrasi dan promosi, juga dapat menjadi tempat berdiskusi, sharing dan tukar ide antar anggota.

“Saya kira keberadaan kantor memang sudah mendesak. Kita perlu ngobrol-ngobrol, mendiskusikan dan tukar ide untuk pengembangan komunitas dan SDM,” ujarnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :