Bersyukurnya Penerima Kaki Palsu, Mualaf Penerima Mesin Cuci dan Santri Ponpes Terima Bantuan Pendidikan dari Baznas

oleh -53 Dilihat

Kudus, isknews.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas.

“Dana zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola Baznas telah banyak membantu mengatasi kesulitan-kesulitan masyarakat sampai ke akar rumput, terlebih di era pandemi covid-19 saat ini,” terang Sulthon, Sekretaris Baznas Kabupaten Kudus, Jumat (4/12/2020).

Seperti halnya Baznas Kabupaten Kudus yang belum lama ini memberikan bantuan usaha kepada para mustahik. Diantaranya Kusliyono, warga Glagahwaru Kecamatan Undaan Kudus. Ia menerima kaki palsu dari Baznas belum lama ini. Ia sangat bersyukur sekali dengan pemberian kaki palsu tersebut. “Saya berterima kasih banyak pada bapak Baznas, hal itu sangat bermanfaat sekali,” paparnya.

Senada dengan Islam Mualaf, Susana (54) warga Kudus yang bertempat tinggal sementara (kontrak) di Mlati kidul Kecamatan Kota Kudus mengucapkan terima kasih kepada Baznas yang telah memberikan mesin cuci kepadanya yang nantinya dipergunakan untuk tujuan usaha.

“Saya berterima kasih kepada Baznas, nantinya akan saya pergunakan untuk usaha laundry yang hasilnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Sudah ada mesin cuci, tinggal beli alat setrika uap, timbangan dan peralatan lain yang dibutuhkan,” terang Susana saat ditemui isknews.com di rumahnya, Jumat (11/12/2020) malam.

Diceritakannya, Ia mendapatkan mesin cuci tersebut awal mulanya atas rekomendasi dari anggota PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Kabupaten Kudus. “Alhamdulillah, atas usulan dari PITI, saya mendapatkan mesin cuci tersebut,” paparnya.

Sementara Yusuf, santri Ponpes Tahfidz Roudlotus Sholihin Ngembal Rejo Kecamatan Bae Kudus juga menerima bantuan pendidikan dari Baznas. Melalui pengasuh ponpes, Nursam Santoso (51) kepada isknews.com menceritakan, Yusuf saat ini berstatus santri yang sedang belajar menghafal Alquran di pondok sekaligus mengenyam pendidikan di Sekolah Islamic Center Ngembal Rejo Kudus.

Sedangkan ayah dari Yusuf , kata Nursam, hanya bekerja sebagai kurir jasa pengiriman, karena ingin anaknya jadi hafidz Al-qur’an, lanjut Nursam, ayahnya tetap dan berkeinginan dan bersikukuh untuk melanjutkan pendidikan putranya.

“Yusuf mendapatkan bantuan 50% dari biaya pendidikan sekolah formal dan ponpes yang belum terbayarkan. Mewakili orangtuanya, kami ucapkan terimakasih kepada Baznas,” pungkas Nursam. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :