Bijak Bermedia Sosial Jalan Merawat Kebhinekaan Indonesia

oleh -364 kali dibaca
Dokumentasi pigura bergambar Garuda dengan ponsel pintar memunculkan gambar akun media sosial. (Pengambilan foto di ruang tamu Kantor Media Online isknews.com Kudus Jateng/Aris Sofiyanto)

isknews.com – Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan merupakan suatu keharusan dan tak bisa ditawar-tawar lagi. Banyaknya disintegrasi sosial yang terjadi ditengah keberagaman masyarakat Indonesia, perlu dicermati serius agar tidak terjadi kekacauan dalam skop lebih besar. Padahal, keberagaman bangsa adalah kekuatan untuk menjadikan Indonesia digdaya.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi, harus diakui telah banyak mengubah gaya hidup atau pola kehidupan masyarakat sekarang.

Pemanfaatan teknologi komunikasi sebaiknya mengajak setiap elemen bangsa Indonesia mewujudkan komunikasi yang sehat di Internet, terutama di media sosial (medsos). Terjadinya ujaran kebencian, penyebaran hoaks atau berita bohong lewat medsos begitu mudah memancing terjadinya keresahan di masyarakat.

Internet bisa dikategorikan sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi bisa mempererat rasa persatuan, namun di sisi lain, bisa pula memecah-belah kita sebagai satu bangsa jika tidak bijak dalam penggunaannya.

Untuk itu, semua anak bangsa diminta bijak dalam bermedsos. Khususnya pada generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar dan tidak mudah menyebarkan pesan yang belum jelas kebenarannya.

Walaupun negara menjamin kebebasan berkomunikasi dan memperoleh informasi, hendaknya setiap individu lebih dulu menelaah kebenarannya, dengan cara mempelajari dan melihat dulu kebenarannya. Saring sebelum sharing (Berbagi). Tidak ada salahnya mengkaji informasi terlebih dahulu dan tidak asal kirim.

Pendidikan Karakter dan Literasi Digital

Era globalisasi dan revolusi industry 4.0 saat ini, kita tidak bisa menghindar dari hadirnya kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi. Namun dengan penguatan nilai-nilai dan pendidikan karakter di tengah perkembangan zaman yang sangat pesat di lingkungan keluarga, masyarakat, dan satuan pendidikan, maka diharapkan mampu menciptakan generasi penerus yang berkarakter dan mampu menjaga keutuhan Bhinneka Tunggal Ika sebagai nilai luhur dari Bangsa Indonesia.

Tanggung jawab penanaman nilai-nilai karakter bagi generasi bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab kolektif dari semua pihak. Pentingnya secara rutin memberikan wejangan (nasehat) khususnya generasi milenial dimulai dari lingkungan terkecil di sekitar kita.

Selain pendidikan karakter, akses internet yang semakin tinggi serta penggunaan gawai yang semakin mudah, seharusnya diimbangi dengan literasi digital secara masif.

Ketrampilan membaca, menyimak dan menulis yang dilakukan melalui komputer, telepon pintar, internet (blog, media sosial, website), literasi digital, sangatlah penting agar warga Indonesia, khususnya genersi milenial tumbuh dalam suasana digital yang kondusif dan jauh dari ujaran kebencian, diskriminasi dan intoleransi. 

Untuk itu, dalam upaya merawat Indonesia dengan bijak bermedia sosial, maka tidak hanya NKRI yang menjadi harga mati, namun literasi digital pun demikian. Untuk meningkatkan kesadaran literasi di dunia maya, maka kerjasama pemerintah dengan perusahaan media sosial menjadi konsekuensi logis. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :