Bimo/Arlya Lolos Perempat Final, Siap Revans di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

oleh -127 Dilihat
Ganda campuran Indonesia, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran. (Foto: Dok. Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Ganda campuran Indonesia, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, memastikan langkah ke perempat final Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Pasangan unggulan pertama itu menaklukkan wakil Korea Selatan, Jin Sung Ik/Lee Seung Hee, melalui kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-12, Kamis (22/10/2026).

Bertanding di babak 16 besar, Bimo/Arlya tampil menekan sejak awal pertandingan. Strategi yang telah disiapkan mampu dijalankan dengan baik sehingga mereka bisa mengendalikan permainan dan menyelesaikan pertandingan tanpa harus kehilangan gim.

Bimo mengaku bersyukur atas keberhasilan mereka melangkah ke babak delapan besar. Meski demikian, ia menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

“Alhamdulillah, bersyukur bisa masuk babak delapan besar. Namun, kami harus belajar lagi dan meningkatkan komunikasi untuk menyusun strategi di perempat final,” ujar Bimo.

Menurutnya, konsistensi dan kemampuan menjaga fokus menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki. Ia mengakui fokus permainan sempat menjadi salah satu kekurangan yang perlu dievaluasi, termasuk perasaannya saat mengolah bola yang belum sepenuhnya sesuai harapan.

“Untuk selanjutnya harus lebih konsisten lagi, jangan gampang buyar fokusnya. Kekurangan kami tadi hanya di fokus saja. Saya merasakan saat bermain tadi feeling-nya belum pas, jadi masih ada yang perlu ditingkatkan lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Arlya menjelaskan bahwa kunci kemenangan mereka terletak pada keberanian mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Keduanya berusaha menerapkan strategi yang telah dipersiapkan setelah mempelajari permainan lawan sebelumnya.

“Dari awal kami langsung menekan dan menerapkan strategi. Kami sudah menyaksikan pertandingan lawan, jadi sudah tahu apa yang perlu dilakukan,” jelas Arlya.

Ia menambahkan, penguasaan bola depan menjadi aspek penting dalam pola permainan ganda campuran. Menurutnya, mereka harus mampu mengambil inisiatif lebih dahulu agar lawan tidak leluasa mengatur arah dan tempo permainan.

Aksi Ganda campuran Indonesia, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran. (Foto: Dok. Istimewa)

Meski berstatus unggulan pertama, Arlya menegaskan bahwa dirinya bersama Bimo berusaha menikmati pertandingan tanpa terbebani ekspektasi. Keduanya memilih bermain lepas sembari tetap menjalankan strategi yang telah disiapkan.

“Menjadi unggulan pertama pasti ada tekanan, tetapi kami bermain lepas saja. Bagaimana caranya harus enjoy saat bermain dan jangan sampai terbebani,” ungkapnya.

Menghadapi calon lawan di perempat final, yakni Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi dari China atau pasangan Indonesia Muhammad Al Farizi/Jessica Maya Risma Wardani, Bimo/Arlya bertekad membalas kekalahan yang pernah mereka alami. Evaluasi terutama akan difokuskan pada komunikasi dan kemampuan menjaga keunggulan agar tidak mudah terkejar lawan.

“Kami ingin revans karena terakhir kalah. Evaluasi dari pertandingan sebelumnya adalah komunikasi dan ketika sudah unggul, terkadang kami justru tersusul,” pungkas Arlya.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Bimo/Arlya untuk melanjutkan perjuangan di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Perbaikan komunikasi, konsistensi, dan fokus akan menjadi bekal utama mereka untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh di turnamen tersebut. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.